PARMA, Mureks – Inter Milan berhasil mengamankan tiga poin penting dalam lawatan mereka ke markas Parma pada Kamis (08/01/2026) dini hari WIB. Gol dari Federico Dimarco dan Marcus Thuram memastikan Nerazzurri meraih kemenangan 2-0, sekaligus memperlebar jarak empat poin dari Napoli di puncak klasemen sementara Serie A.
Kemenangan Emosional dan Rotasi Pemain
Laga ini memiliki makna emosional bagi pelatih Inter, Cristian Chivu, yang kembali menghadapi mantan klubnya. Inter melakukan rotasi pemain signifikan demi menjaga kebugaran skuad jelang pertandingan krusial melawan Napoli akhir pekan nanti. Meskipun tanpa Denzel Dumfries dan Davide Frattesi, Inter tetap menunjukkan dominasi sejak awal pertandingan.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Jual Beli Serangan dan Drama VAR
Inter hampir membuka keunggulan pada menit ke-14. Tembakan keras Yann Bisseck dari tepi kotak penalti berhasil ditepis kiper Parma, Edoardo Corvi, sebelum membentur mistar gawang. Parma tak tinggal diam, membalas lewat tendangan voli akrobatik Jakob Ondrejka yang juga membentur tiang gawang Inter setelah menerima umpan silang Emanuele Valeri.
Intensitas pertandingan semakin meningkat. Francesco Pio Esposito nyaris mencetak gol melalui tendangan voli, namun lagi-lagi hanya mengenai bingkai gawang. Kebuntuan akhirnya pecah melalui aksi Federico Dimarco. Memanfaatkan umpan dari Esposito, Dimarco melepaskan tembakan mendatar dari sudut sempit. Gol tersebut sempat dianulir karena bendera offside berkibar, namun VAR mengonfirmasi bahwa gol tersebut sah. Inter memimpin 1-0.
Gol Penutup Thuram dan Puncak Klasemen
Memasuki babak kedua, Inter terus menggempur pertahanan tuan rumah. Petar Sucic mendapatkan peluang emas setelah lolos dari jebakan offside hasil umpan Lautaro Martinez, namun tendangannya masih melenceng tipis meski sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper.
Drama kembali terjadi di masa injury time. Inter sempat mengira telah menggandakan keunggulan melalui Ange-Yoan Bonny yang menyelesaikan umpan Nicolò Barella. Namun, gol tersebut dianulir oleh VAR karena adanya pelanggaran handball yang dilakukan Marcus Thuram dalam proses terjadinya gol.
Tak lama setelah laga dilanjutkan kembali, Marcus Thuram benar-benar menebus kesalahannya. Ia berlari menyambut umpan lambung, melewati hadangan Nahuel Estevez dan Corvi untuk memastikan kemenangan Inter menjadi 2-0. Menurut Mureks, kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi Inter Milan sebelum menghadapi tantangan perebutan Scudetto melawan Napoli pada hari Minggu mendatang.
Referensi penulisan: mediaindonesia.com






