JAKARTA – Para insinyur di Finlandia mengakui bahwa teknologi pengantar listrik nirkabel yang mereka kembangkan masih menghadapi sejumlah kelemahan krusial. Meskipun uji coba awal berhasil menunjukkan transfer listrik melalui udara, para peneliti menilai inovasi ini belum siap untuk implementasi skala luas di rumah maupun perkotaan.
Tantangan utama yang harus diatasi mencakup peningkatan efisiensi energi. Hal ini penting agar tidak terjadi pemborosan daya yang signifikan, terutama saat jarak antara pemancar dan penerima semakin jauh.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Tiga Tantangan Utama Listrik Nirkabel
Selain efisiensi, tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan teknologi agar mampu mencakup area yang lebih besar. Jangkauan yang lebih luas akan berkorelasi langsung dengan efisiensi penggunaan.
Aspek krusial lainnya adalah memastikan keamanan dan regulasi penggunaan. Teknologi ini harus terbukti aman bagi manusia, hewan, serta perangkat elektronik lain dalam kehidupan sehari-hari sebelum dapat diadopsi secara massal.
Penelitian di Finlandia sebelumnya telah berhasil mendemonstrasikan kemampuan mengirim listrik melalui udara tanpa memerlukan kabel, colokan, atau kontak fisik. Inovasi ini memungkinkan energi listrik berpindah dari sumber ke perangkat hanya melalui medium udara.
Konsepnya mirip dengan sinyal Wi-Fi yang mentransfer data, namun teknologi ini secara spesifik mengirimkan energi listrik yang dapat langsung digunakan oleh perangkat elektronik. Mureks mencatat bahwa penemuan ini membuka potensi besar untuk masa depan.
Dilansir dari Tech Times pada Kamis, 8 Januari 2026, teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan medan elektromagnetik atau frekuensi radio. Energi ditransfer dari satu titik ke titik lain secara presisi tanpa kabel. Perangkat yang dilengkapi dengan alat penerima khusus dapat menangkap energi tersebut selama berada dalam jangkauan medan.
Prinsip kerjanya menyerupai teknologi transfer daya nirkabel yang telah ada, seperti pengisian daya ponsel tanpa kabel (wireless charging). Namun, versi terbaru ini dirancang untuk bekerja pada jarak yang jauh lebih luas, melampaui hanya beberapa sentimeter yang menjadi batasan teknologi lama seperti pengisian daya di atas pad charger.
Saat ini, fokus pengujian teknologi ini diarahkan pada perangkat-perangkat kecil berdaya rendah. Contohnya termasuk sensor pintar, perangkat Internet of Things (IoT), dan telepon yang dapat terus menerima pasokan listrik tanpa bergantung pada kabel atau baterai berkapasitas besar.
Apabila pengembangan ini berhasil, teknologi tersebut berpotensi besar untuk mengeliminasi kebutuhan baterai pada banyak perangkat kecil. Ini akan berkontribusi pada pengurangan limbah elektronik dan menyederhanakan proses pengisian daya gawai di rumah atau kantor, karena perangkat akan otomatis terisi saat berada dalam area jangkauan energi.
Potensi Aplikasi Listrik Nirkabel di Berbagai Sektor
Teknologi transfer listrik nirkabel juga menjanjikan potensi besar untuk diaplikasikan di lokasi-lokasi yang sulit atau tidak memungkinkan pemasangan kabel konvensional. Ini termasuk area terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik, perangkat medis implan di dalam tubuh pasien, atau sistem rumah pintar yang tidak mudah dijangkau stopkontak.
Dengan pasokan listrik nirkabel, perangkat seperti sensor, alat kesehatan, atau gawai rumah tangga dapat terus beroperasi tanpa memerlukan kabel panjang atau penggantian baterai yang sering. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan gaya hidup yang lebih praktis dan efisien di masa depan.






