Tren

IBL Indonesia 2026 Resmi Bergulir 10 Januari, Hadirkan 137 Laga dengan Format Baru

Kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air, IBL Indonesia 2026, siap bergulir pada Jumat, 10 Januari 2026. Musim ini akan menyajikan total 137 pertandingan dengan sejumlah pembaruan format yang menarik bagi para penggemar.

Format Baru dan Dinamika Kompetisi

Salah satu perubahan signifikan adalah penyesuaian jumlah pertandingan seiring dengan format kompetisi yang diperbarui. IBL 2026 juga memperpanjang format laga di fase semifinal dan final, menjanjikan persaingan yang lebih ketat.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Mureks mencatat bahwa musim ini diikuti oleh jumlah peserta yang lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya. Tiga tim dipastikan tidak akan ambil bagian dalam IBL 2026, yaitu Bali United, Bima Perkasa, dan Prawira Bandung.

Meski demikian, sistem kandang dan tandang (home-away) tetap menjadi ciri khas kompetisi ini, menandai musim ketiga berturut-turut format tersebut diterapkan sejak musim reguler. IBL 2026 juga mencatat sejarah baru dengan penerapan format best of five yang untuk pertama kalinya diberlakukan mulai babak semifinal hingga final.

Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, menyatakan bahwa dinamika kompetisi tetap terjaga meskipun jumlah peserta berkurang. Menurutnya, keseimbangan kekuatan antartim masih terlihat jelas menjelang musim baru.

“IBL 2026 ini yang baru banyak perputaran pemain. Ini jadi indikator setiap tim ingin jadi yang terbaik. Kita bisa lihat rivalitas yang tidak itu-itu saja,” ujar Junas kepada wartawan.

“Tahun 2026 ini kita untuk ketiga kalinya kembali memakai home and away. Selain itu juga juara selalu berubah-ubah dalam empat musim terakhir,” tambahnya.

Laga Pembuka: Ulangan Final Musim Lalu

Hari pembuka IBL 2026 akan langsung menyajikan laga yang dinanti-nantikan, yakni ulangan final musim lalu. Juara bertahan Dewa United Banten dijadwalkan menjamu Pelita Jaya Jakarta di Dewa United Arena.

Persiapan Pelita Jaya Jakarta

Pelita Jaya Jakarta datang dengan komposisi baru, termasuk di jajaran pelatih. Kursi pelatih kepala kini ditempati oleh David Singleton, yang juga dipercaya menangani tim nasional bola basket Indonesia.

Pemain Pelita Jaya, Muhamad Arighi, mengungkapkan fokus timnya menjelang laga perdana.

“Fokus kita ke game plan. Target kita Game 1 menang. Tahun lalu ya tahun lalu ini lembaran baru. Kita ingin juara IBL lagi dan pemain sehat-sehat sepanjang musim,” tutur Arighi.

Ambisi Dewa United Banten

Sementara itu, Dewa United Banten menatap musim baru dengan target mempertahankan gelar juara. Tim ini berambisi mencatatkan prestasi dengan meraih gelar secara beruntun.

Pemain Dewa United Banten, Arki Dikania Wisnu, menegaskan pentingnya fokus pada pertandingan pertama.

“Kita fokus pada diri sendiri pada laga pertama. Kita harus pertahankan gelar juara. Ingin harus fokus 100 persen,” imbuh Arki Dikania Wisnu.

Mureks