Olahraga

Hokky Caraka Tantang John Herdman: Bawa Timnas Indonesia Jadi Terbaik di Asia

Era baru Tim Nasional Indonesia di bawah arahan pelatih John Herdman akan segera dimulai. Kedatangan juru taktik berpaspor Inggris ini disambut dengan harapan besar, salah satunya datang dari bomber Persita Tangerang, Hokky Caraka, yang melontarkan tantangan spesifik.

Permintaan Hokky Caraka kepada Herdman bukan sekadar menit bermain, melainkan sebuah misi ambisius untuk mengangkat derajat Timnas Indonesia di kancah sepak bola global. Striker Timnas Indonesia U-23 itu berharap Herdman mampu memaksimalkan potensi skuad Garuda.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Jadikan Timnas Terbaik di Asia

Hokky Caraka secara tegas meminta John Herdman untuk menjadikan Timnas Indonesia yang terbaik di Asia. Harapan ini juga mencakup keinginan agar prestasi timnas dapat melampaui capaian di era kepelatihan Shin Tae Yong sebelumnya.

“Semoga Timnas bisa berkembang lebih jauh. Dan buat pelatih baru Timnas, tolong bantu negara ini jadi yang terbaik di Asia dan bisa melampaui hasil yang kemarin-kemarin,” ujar Hokky Caraka di Indomilk Arena, Kamis (8/1/2026).

Kedatangan dan Rekam Jejak John Herdman

John Herdman resmi ditunjuk oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengisi posisi pelatih kepala yang sebelumnya ditinggalkan oleh Patrick Kulivert pada 3 Januari 2025. PSSI sebelumnya juga sempat mewawancarai legenda Belanda, Giovanni van Bronckhorst, namun Herdman dinilai lebih layak untuk memimpin skuad Garuda.

Menurut pantauan Mureks, juru taktik berusia 48 tahun ini dijadwalkan tiba di Jakarta pada akhir pekan ini. PSSI sendiri telah merencanakan acara perkenalan resmi Herdman kepada publik pada pekan depan.

Rekam jejak Herdman memang cukup meyakinkan. Ia berhasil membawa Timnas Kanada lolos ke putaran final Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian bersejarah bagi Kanada setelah penantian panjang sejak tahun 1986. Namun, kiprah Kanada di putaran final tersebut tidak berjalan mulus.

Kanada harus babak belur di fase grup setelah bersua dengan tim-tim kuat seperti Maroko, Kroasia, dan Belgia. Mereka finis sebagai juru kunci grup tanpa meraih satu pun poin dan dengan defisit lima gol.

Mureks