Amirul Muttaqin, pemain UAD FC yang menjadi korban tendangan keras Dwi Pilihanto, telah menjalani pemeriksaan rontgen. Insiden brutal ini terjadi dalam laga Liga 4 Piala Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (6/1) lalu.
UAD FC membeberkan kondisi terkini Amirul setelah wajahnya terkena hantaman kaki Dwi Pilihanto dalam sebuah duel perebutan bola. Cuplikan video yang viral menunjukkan Amirul sempat terjatuh dan memegangi wajahnya usai insiden tersebut.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Pemeriksaan medis dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Yogyakarta pada Selasa (6/1) malam. Berdasarkan informasi yang dilansir dari media sosial UAD FC, hasil rontgen yang diterima pada Rabu (7/1) menunjukkan kabar baik.
Tidak ditemukan adanya bagian sendi atau tulang rahang Amirul yang mengalami patah atau retak. Meskipun demikian, sang pemain masih merasakan sakit di bagian rahangnya saat membuka mulut.
Kondisi Amirul Muttaqin akan terus dalam pengawasan selama lima hingga enam hari ke depan. Apabila selama masa observasi tersebut tidak ada perubahan signifikan, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui CT scan untuk memastikan tidak ada cedera tersembunyi.
Sementara itu, Dwi Pilihanto telah menerima sanksi tegas atas pelanggaran brutalnya. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY pada Rabu (7/1) merilis keputusan larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup bagi Dwi.
Mureks mencatat bahwa rekaman tindakan brutal Dwi yang mencelakai Amirul sempat viral sejak Selasa (6/1) sore. Insiden ini menambah daftar panjang kejadian tidak sportif di Liga 4, menyusul kasus serupa di Jawa Timur.
Sebelumnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Liga 4 Jawa Timur, juga mendapat hukuman larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup karena melakukan tendangan kasar kepada lawan. Kasus Dwi Pilihanto menjadi yang kedua dalam waktu berdekatan.
Referensi penulisan: www.cnnindonesia.com






