Olahraga

Guenther Steiner Akui Butuh Enam Bulan Adaptasi Penuh Setelah Ambil Alih Tim MotoGP Red Bull KTM Tech3

Guenther Steiner, sosok yang dikenal luas di dunia Formula 1, kini resmi menapaki arena balap roda dua. Sejak 1 Januari 2026, ia menjabat sebagai CEO sekaligus pemilik bersama tim Red Bull KTM Tech3 di MotoGP, sebuah langkah besar yang diumumkannya tahun lalu. Namun, Steiner mengakui bahwa dirinya membutuhkan waktu adaptasi sekitar enam bulan sebelum dapat mengambil keputusan strategis secara penuh.

Mantan bos tim Haas F1 ini mengungkapkan ketertarikannya pada MotoGP yang telah lama terpendam. “Ini adalah salah satu olahraga yang selalu saya sukai karena sangat mendebarkan,” kata Steiner kepada Lottoland. “Balapannya sangat ketat, dan kemampuan para pembalap benar-benar terlihat.”

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Steiner juga menyoroti perbedaan fundamental antara kedua ajang balap tersebut, terutama dominasi peran pembalap di MotoGP. “Dari segi teknologi, motor-motor ini adalah monster. Kecepatan yang mereka capai sungguh luar biasa. Saya selalu menyukai MotoGP, tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk terlibat. Kini kesempatan itu datang, dan saya berkata, ‘Mari kita coba lakukan ini.’”

“Saya akan menghabiskan enam bulan pertama untuk belajar sebelum menentukan apa yang perlu diubah, karena orang-orang di MotoGP telah melakukannya dalam waktu yang lama dan saya sangat menghormati itu,” ujar Steiner, seperti dipantau Mureks. Ia menambahkan, “Saya sangat menghormati MotoGP. Ada orang-orang hebat dengan pengalaman bertahun-tahun. Anda tidak bisa membeli pengalaman. Butuh waktu.”

Dengan hampir 40 tahun pengalaman di dunia motorsport, Steiner membawa bekal berharga. Meski begitu, ia menyadari perlunya mempelajari secara spesifik apa yang bisa diterapkan di MotoGP. Ia memperkirakan, timnya membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk membangun dan menempatkan posisi yang kokoh di kancah balap motor paling bergengsi itu.

Dalam perjalanannya, Steiner akan didampingi oleh pendiri tim, Hervé Poncharal, yang setuju untuk tetap menjabat sebagai konsultan. “Hervé adalah orang yang hebat dengan banyak pengalaman,” puji Steiner. “Dia telah melakukannya dalam waktu yang lama, dan memiliki dia tetap bersama kami tahun depan adalah keuntungan besar.”

Sebagai tim independen, Steiner melihat peluang besar untuk meraih kesuksesan. Ia mencontohkan keberhasilan Marc Marquez yang tahun lalu meraih gelar MotoGP kesembilannya bersama Ducati Lenovo Team, sebuah tim yang tidak berstatus pabrikan. “Dalam MotoGP, tim independen bisa memenangkan kejuaraan,” tegas Steiner. “Juara dunia tahun lalu bukanlah Ducati pabrikan – itu adalah Ducati yang dijalankan secara independen. Itu menunjukkan betapa terbuka dan kompetitifnya.”

Kini, sebagai pemilik tim, Steiner memiliki kesempatan untuk bersaing langsung dengan para pembalap terbaik dunia. “Marc dan Valentino Rossi, bagi saya, mereka adalah yang terbaik,” ungkapnya. “Marc adalah Max Verstappen-nya MotoGP. Dia memiliki keunggulan itu, sedikit lebih dari yang lain. Dan Valentino, dia unik, karakter sejati yang bisa melakukan apa saja di atas motor.”

Mureks