Manchester City kembali menghadapi periode sulit setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Brighton and Hove Albion pada Kamis (8/1) dini hari WIB. Hasil ini menandai hasil seri ketiga secara beruntun bagi The Citizen, membuat laju mereka dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris semakin tersendat.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa timnya belum cukup efektif, terutama di lini serang. Ia menyebut hasil tersebut sebagai kenyataan yang harus diterima. “Hasilnya ya memang seperti itu. Satu poin untuk mereka, satu poin untuk kami. Begitulah adanya,” ujar Guardiola, dikutip dari BBC.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Guardiola menambahkan bahwa performa tim di babak kedua menunjukkan pola yang mirip dengan laga sebelumnya. “Babak kedua mirip dengan laga melawan Sunderland dan Chelsea. Kami kehilangan akurasi umpan. Saya sebenarnya menyukai cara kami bermain, dengan banyak pemain baru dan banyak hal baru, tetapi kami tidak mencetak gol,” jelasnya.
Hasil imbang ini memperburuk awal bulan krusial bagi Manchester City. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa sepanjang Januari hingga awal Februari, mereka harus menjalani 10 pertandingan di empat kompetisi berbeda. Jadwal padat tersebut menjadi ujian berat yang sejauh ini belum mampu dijawab secara maksimal oleh The Citizen.
Jika Arsenal berhasil mengalahkan Liverpool, Manchester City berpotensi tertinggal delapan poin dari puncak klasemen dengan 17 pertandingan tersisa. Situasi ini menempatkan tekanan besar pada skuad asuhan Guardiola untuk segera bangkit.
Masalah Manchester City semakin diperparah oleh badai cedera di lini belakang. Josko Gvardiol, Ruben Dias, dan John Stones harus absen dan diperkirakan baru bisa kembali bermain paling cepat bulan depan. Kondisi ini memaksa Guardiola melakukan tambalan darurat, termasuk memanggil kembali pemain akademi Max Alleyne dari masa peminjamannya di Watford. Alleyne tampil cukup solid meskipun harus dimainkan dalam situasi yang jauh dari ideal.
Gol Erling Haaland, yang merupakan gol ke-150-nya bersama City, pada akhirnya tidak banyak berarti. Dalam sepekan terakhir, Manchester City kehilangan enam poin krusial yang justru memberikan keuntungan besar bagi Arsenal dalam persaingan gelar.






