Pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas kembali menjadi panggung bagi vendor teknologi untuk memamerkan inovasi terbaru mereka. Di tengah deretan kartu grafis dengan desain serupa, Gigabyte hadir dengan gebrakan yang cukup mencolok, sekaligus menuai perdebatan: kartu grafis Aorus GeForce RTX 5090 Infinity.
Kartu grafis terbaru dari Gigabyte ini langsung menarik perhatian tim redaksi Mureks bukan karena performanya, melainkan karena tampilannya yang sangat tidak biasa. Desainnya disebut-sebut mengingatkan pada beatbox era 1980-an, sebuah pemutar kaset besar dengan speaker menonjol yang kala itu populer. Penampilan yang “jelek” ini bahkan membuat beberapa pihak berkelakar bahwa pengguna harus dibayar untuk memasangnya di PC mereka.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Desain Retro yang Mengundang Kritik
Meskipun nama produknya, Aorus GeForce RTX 5090 Infinity, terdengar sederhana, visualnya justru sebaliknya. Gigabyte belum merilis rangkaian gambar lengkap, namun dari sudut pandang yang ada, desainnya tampak tidak akan membaik. Apalagi, setelah terpasang di dalam PC gaming, sebagian besar detailnya tidak akan terlihat.
Kesan beatbox tahun 80-an dengan pemutar kaset besar dan speaker bulat memang sangat kuat. Penulis artikel asli bahkan berharap sistem pendinginnya sangat luar biasa untuk mengimbangi desainnya, namun keraguan muncul.
Isu Pendinginan yang Patut Diperhatikan
Salah satu kekhawatiran utama adalah sistem pendinginan kartu grafis ini. Gigabyte Aorus RTX 5090 Infinity dirancang untuk membuang udara panas langsung ke dalam casing PC, tanpa adanya ventilasi pembuangan eksternal. Ini berarti, saat beroperasi penuh, kartu grafis ini akan menyemburkan panas sebesar 575 W langsung ke komponen di atasnya, seperti CPU, VRM, dan modul RAM.
Situasi ini memang bukan hal baru di industri. Contohnya, Asus ROG Matrix RTX 5090 yang sangat mahal juga memiliki kipas besar yang meniupkan udara panas ke dalam casing. Namun, menurut Mureks, setidaknya kartu Asus tersebut memiliki sedikit ventilasi pembuangan untuk mengimbanginya. Dengan Gigabyte Infinity, pengguna tidak memiliki pilihan lain selain menghadapi panas yang terperangkap di dalam casing.
Estetika Subjektif dan Inovasi yang Berani
Tentu saja, estetika adalah masalah selera pribadi. Apa yang dianggap “mengerikan” oleh satu orang bisa jadi “baik-baik saja” bagi orang lain. Namun, bagi sebagian pengamat, keseluruhan desain Gigabyte Aorus RTX 5090 Infinity ini terlihat “murah”, sebuah kesan yang seharusnya tidak melekat pada kartu grafis sekelas RTX 5090 yang merupakan antitesis dari kata “murah”.
Gigabyte sendiri dikenal telah merancang beberapa kartu grafis dengan tampilan menawan, seperti model Aero dan Stealth Ice yang lebih tradisional. Keberanian perusahaan untuk mencoba sesuatu yang berbeda patut diapresiasi, karena variasi memang bumbu kehidupan. Namun, dalam kasus ini, “bumbu” tersebut terasa seperti semprotan merica di mata, demikian kritik tajam dari pengamat.






