Olahraga

Fabregas: “Saya Tidak Tertarik Klasemen,” Como Dekati Zona Liga Champions Usai Libas Pisa

Como 1907 menunjukkan performa impresif di Serie A musim ini setelah berhasil menumbangkan Pisa dengan skor meyakinkan 3-0 pada Selasa (6/1) malam. Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi klub asal Lombardy tersebut, sekaligus memperkuat ambisi mereka untuk bersaing di zona Liga Champions.

Dominasi Como di Lapangan

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Como tampil efektif dan sabar, menunggu momen yang tepat untuk memecah kebuntuan. Gol pembuka dicetak oleh Maximo Perrone pada menit ke-68. Anastasios Douvikas kemudian memastikan kemenangan dengan dua gol tambahan, masing-masing pada menit ke-76 dan melalui eksekusi penalti di masa tambahan waktu, menit ke-96.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Penampilan solid Como juga tak lepas dari kontribusi gemilang kiper Jean Butez. Penjaga gawang asal Prancis itu kembali menjadi sorotan setelah berhasil menggagalkan eksekusi penalti lawan enam menit sebelum pertandingan berakhir, menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper paling menonjol di Serie A musim ini.

Fabregas Fokus pada Proses, Bukan Klasemen

Kemenangan ini membawa Como mengoleksi 33 poin, menempatkan mereka hanya terpaut tiga angka dari Juventus dan AS Roma yang berada di posisi atas. Posisi Como semakin menguntungkan karena mereka masih memiliki satu pertandingan tunda, membuka peluang besar untuk terus menekan persaingan papan atas.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan bahwa timnya memilih untuk fokus pada proses dan performa di lapangan, ketimbang terpaku pada klasemen sementara. “Saya tidak pernah melihat klasemen, meskipun salah satu staf saya sempat mengatakan agar saya melihatnya hari ini setelah kami menang. Saya tidak tertarik,” ujar pelatih asal Spanyol itu, seperti pantauan Mureks.

Kebangkitan Como dan Keterpurukan Pisa

Como menjadi salah satu kejutan terbesar di Serie A musim ini. Klub yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia ini baru kembali ke kasta tertinggi sejak tahun 2024, setelah absen selama 21 tahun. Mureks mencatat bahwa mereka juga masih menyimpan satu laga penting melawan AC Milan yang dijadwalkan pada 15 Maret mendatang.

Sementara itu, nasib berbeda dialami Pisa. Sebagai tim promosi, Pisa kian terpuruk di dasar klasemen. Mereka baru mencatat satu kemenangan dari 19 pertandingan yang telah dilakoni, dengan raihan 12 poin, setara dengan Fiorentina dan Verona.

Mureks