Olahraga

Fabio Grosso Sesali Sassuolo Gagal Manfaatkan Peluang Emas, Akui Kualitas AS Roma di Olimpico

Pelatih kepala , , tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya takluk 2-0 dari AS Roma dalam laga Serie A di Stadio Olimpico. Grosso menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam memanfaatkan sejumlah peluang emas yang tercipta, terutama di babak pertama.

Kekalahan Pahit di Olimpico

Dalam pertandingan yang berlangsung Minggu, 11 Januari 2026, Sassuolo sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit. Neroverdi bahkan sempat menguji ketangguhan kiper Roma, Mile Svilar, dengan beberapa kesempatan mencetak gol. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Itu adalah performa yang bagus, kami menciptakan peluang besar untuk memimpin, tetapi Roma memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi dan pada akhirnya hal itu terlihat,” ujar Grosso usai pertandingan. Ia menambahkan, “Saat Anda menciptakan peluang dan tidak memanfaatkannya, itu menjadi situasi yang berbahaya.”

AS Roma baru berhasil memecah kebuntuan di menit ke-77 melalui sundulan Manu Koné. Hanya berselang dua menit kemudian, Matias Soulé menggandakan keunggulan tim tuan rumah, memastikan kemenangan 2-0 bagi Giallorossi.

Sorotan pada Konsistensi dan Potensi Pemain

Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Sassuolo menjadi enam pertandingan terakhir. Meskipun baru promosi dari Serie B musim panas lalu dan saat ini berada di posisi tengah klasemen, performa tim disebut Grosso mengalami penurunan signifikan.

“Para pemain tampil baik, kami harus mencoba untuk mempertahankan performa yang konsisten. Sayangnya, kami memberi terlalu banyak peluang di akhir pertandingan, padahal di babak pertama kami hampir tidak membiarkan mereka menyakiti kami,” jelas Grosso.

Grosso juga menyoroti pentingnya menjaga intensitas permainan sepanjang 90 menit. Ia menolak mencari-cari alasan di balik penurunan performa tim, meskipun mengakui jadwal padat dan keterbatasan skuad. Catatan Mureks menunjukkan, tantangan ini memang kerap dihadapi tim-tim promosi di liga top.

Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus adalah Ismael Koné. Gelandang internasional Kanada ini tampil mengesankan di babak pertama, bahkan gaya bermainnya dibandingkan dengan Blaise Matuidi oleh para pengamat. “Dia memiliki kekuatan dan telah banyak berkembang dalam hal konsistensi. Namun, dia perlu membuat pilihan yang lebih baik ketika berada di depan gawang,” kata Grosso.

“Pemain-pemain ini memiliki potensi, dan tugas saya adalah membantu mereka menjadi lebih konsisten,” pungkas Grosso, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan para pemain muda Sassuolo.

Mureks