Pertandingan pekan ke-21 Liga Primer Inggris antara Everton dan Wolverhampton Wanderers di Stadion Hill Dickinson, Kamis (8/1) dini hari WIB, berakhir dramatis dengan skor imbang 1-1. Tuan rumah Everton harus bermain dengan sembilan pemain di menit-menit akhir, namun berhasil menahan gempuran Wolves yang berjuang di zona degradasi.
Sempat unggul lebih dulu di babak pertama, The Toffees kehilangan kendali di paruh kedua setelah Wolverhampton menyamakan kedudukan. Situasi memburuk bagi tuan rumah di sepuluh menit terakhir ketika pencetak gol mereka, Michael Keane, dan pemain pinjaman Manchester City, Jack Grealish, diusir wasit secara beruntun.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Jalannya Pertandingan
Everton memulai laga di hadapan pendukungnya dengan penuh percaya diri. Dominasi awal mereka membuahkan hasil pada menit ke-17 ketika bek tengah Michael Keane, yang maju membantu serangan dalam situasi bola mati, sukses menaklukkan kiper Wolves dengan penyelesaian akhir layaknya seorang penyerang. Skor 1-0 untuk keunggulan The Toffees bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Wolverhampton Wanderers yang berada di dasar klasemen tampil lebih agresif di bawah arahan pelatih Rob Edwards. Upaya mereka berbuah manis pada menit ke-69. Penyerang muda berbakat, Mateus Mane, menunjukkan aksi individu menawan dengan mengecoh Jordan Pickford untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini menjadi yang kedua bagi Mane dalam dua pertandingan terakhirnya, menandakan kebangkitan performa sang pemain.
Mimpi Buruk di Menit Akhir
Petaka bagi Everton dimulai pada menit ke-83. Michael Keane, sang pencetak gol pembuka, terlibat insiden fisik dengan penyerang Wolves, Tolu Arokodare. Setelah tinjauan VAR, wasit Thomas Kirk tanpa ragu memberikan kartu merah langsung kepada Keane karena dianggap menarik rambut lawan secara sengaja.
Situasi semakin runyam tepat di menit ke-90. Jack Grealish, yang baru saja menerima kartu kuning tiga menit sebelumnya, melakukan tindakan tidak terpuji dengan bertepuk tangan secara sarkas di depan wasit sebagai bentuk protes. Wasit pun mencabut kartu kuning kedua, memaksa Everton bermain dengan sembilan orang di masa injury time yang panjang. Mureks mencatat bahwa insiden kartu merah beruntun ini menjadi titik balik krusial dalam pertandingan tersebut.
Di masa kritis tersebut, kiper Jordan Pickford tampil sebagai penyelamat mutlak. Ia melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tembakan Hugo Bueno yang mengarah ke pojok atas gawang, memastikan Everton tetap mengamankan satu poin berharga.
Statistik Pertandingan
| Statistik | Everton | Wolves |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 1 |
| Pencetak Gol | M. Keane (17′) | M. Mane (69′) |
| Kartu Merah | M. Keane (83′), J. Grealish (90′) | 0 |
| Penguasaan Bola | 42% | 58% |
Dampak Klasemen
Hasil imbang ini membuat Everton tertahan di papan tengah klasemen sementara, tepatnya di posisi ke-12, gagal menembus sepuluh besar. Sementara bagi Wolverhampton Wanderers, satu poin dari laga tandang ini cukup berharga untuk menjaga momentum kebangkitan mereka, meski masih harus berjuang keras untuk mentas dari posisi juru kunci, peringkat ke-20.
Referensi penulisan: mediaindonesia.com






