Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, resmi kembali ke klub yang membesarkan namanya, FC Twente. Ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Teknik klub mulai musim depan, dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2028.
Ten Hag dijadwalkan mulai bergabung dengan departemen sepak bola Twente pada 1 Februari 2026. Kedatangannya akan menggantikan posisi Jan Streuer, direktur teknik saat ini yang berusia 74 tahun dan telah memutuskan untuk pensiun pada akhir musim ini.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kepulangan Emosional ke Klub Masa Kecil
Kembalinya pria berusia 55 tahun ini ke FC Twente menjadi momen emosional. Klub asal Belanda ini memiliki tempat spesial bagi Ten Hag, mengingat ia pernah membela Twente dalam tiga periode berbeda saat masih aktif sebagai pemain profesional.
“Menurut saya ini sesuatu yang indah dan istimewa bisa kembali ke FC Twente, klub yang sudah saya dukung sejak kecil di Het Diekman,” kata Ten Hag dalam pernyataan resmi di laman klub pada Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan bahwa visi utamanya adalah memperkuat struktur klub agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi. “Karier sepak bola dan kepelatihan saya dimulai di sini. Dengan pengalaman saya dalam pengembangan pemain muda, pembentukan tim, dan budaya olahraga elite, saya ingin memperkuat fondasi teknis FC Twente bersama Dewan Pengawas, manajemen, dan staf, agar klub ini dapat secara berkelanjutan mewujudkan potensinya sebagai kebanggaan regional,” ujarnya.
Jejak Karier di Eropa dan Harapan Baru
Sebelum memutuskan kembali ke Belanda, Ten Hag sempat melanglang buana ke Inggris dan Jerman. Ia menangani Manchester United selama hampir dua setengah tahun, menyumbangkan dua trofi, yakni Piala Liga Inggris (2022) dan Piala FA (2023). Namun, masa baktinya di Old Trafford berakhir pada Oktober 2024 setelah rentetan hasil buruk yang menempatkan United di peringkat ke-14 klasemen.
Setelah dari Manchester, ia sempat melatih klub Bundesliga, Bayer Leverkusen. Namun, kebersamaan tersebut tergolong singkat setelah ia diberhentikan dari posisinya pada September 2025. Mureks mencatat bahwa pengalaman Ten Hag di kompetisi elite Eropa, termasuk kesuksesannya membawa Ajax Amsterdam meraih tiga gelar Liga Belanda dan mencapai semifinal Liga Champions, menjadi modal berharga.
Dengan segudang pengalaman tersebut, Ten Hag diharapkan mampu membawa stabilitas dan prestasi baru bagi FC Twente dari balik layar, memperkuat fondasi teknis klub untuk masa depan yang lebih cerah.






