Kabar mengejutkan datang dari Old Trafford pada Selasa, 06 Januari 2026. Manchester United secara resmi memecat Ruben Amorim dari kursi pelatih setelah 14 bulan masa kepemimpinan yang kerap diwarnai gejolak. Keputusan drastis ini diambil manajemen klub kurang dari 24 jam pasca-komentar kontroversial sang pelatih usai laga kontra Leeds United.
Pihak klub mengonfirmasi perpisahan ini dengan berat hati, sekaligus menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara untuk laga tandang Setan Merah ke Turf Moor. Perubahan diyakini akan mengembalikan ‘United Way’, gaya bermain khas yang disebut-sebut hilang selama era Amorim.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Kepergian Amorim tentu memicu reaksi beragam di ruang ganti. Beberapa pemain mungkin bernapas lega, namun tak sedikit pula yang merasa kehilangan sosok pelindung dan pembela yang selama ini berada di belakang mereka. Menurut pantauan Mureks, drama pemecatan ini menciptakan pemenang dan pecundang di skuad Manchester United.
Pemain yang Diuntungkan dari Pemecatan Ruben Amorim
Kobbie Mainoo: Terbebas dari Bangku Cadangan
Nama pertama yang jelas paling diuntungkan adalah Kobbie Mainoo. Gelandang berusia 20 tahun ini akhirnya terbebas dari manajer yang kurang berminat memainkannya. Rumor kepergian Mainoo di bursa transfer Januari kini dipastikan bakal meredup, sebab pelatih baru kemungkinan besar akan kembali mengandalkan lulusan akademi Carrington yang berbakat ini.
Mainoo kini memiliki peluang emas untuk kembali menjadi starter reguler, terutama jika pelatih anyar menerapkan formasi 4-2-3-1 yang lebih familier baginya. Pemecatan Amorim sendiri sudah cukup menjadi alasan kuat bagi Mainoo untuk bertahan dan mengeluarkan potensi terbaiknya di klub masa kecilnya.
Joshua Zirkzee: Nyawa Kedua di Old Trafford
Nasib serupa dialami Joshua Zirkzee yang kariernya sempat di ujung tanduk. Eksodus Amorim bisa menjadi titik balik besar bagi penyerang asal Belanda tersebut. Zirkzee, yang sebelumnya diprediksi bakal hengkang, kini punya harapan baru untuk bersinar di bawah pelatih yang mengusung sepak bola lebih atraktif.
Dengan kontribusi dua gol dalam dua laga terakhir, Zirkzee sedang berjuang keras menyelamatkan kariernya. Pergantian pelatih ini adalah kesempatan emas baginya untuk membuktikan diri.
Potensi Pulangnya Marcus Rashford
Situasi Marcus Rashford yang sedang dipinjamkan ke Barcelona juga bisa berubah drastis. Di bawah Amorim, pintu kembali ke Old Trafford tertutup rapat baginya. Namun, segalanya bergantung pada siapa pengganti Amorim nanti. Telepon dari pelatih yang tepat dengan rencana yang jelas bisa menggoda Rashford pulang.
Apalagi masa peminjamannya di Barcelona tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Reuni dengan klub masa kecilnya kini menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi.
Harry Amass dan Chido Obi: Angin Segar untuk Talenta Muda
Harry Amass, yang bersinar saat dipinjamkan ke Sheffield Wednesday, juga mendapat angin segar. Sebelumnya, Amorim menuduhnya kesulitan berkembang meski sang pemain meraih penghargaan Player of the Month. Pelatih baru kemungkinan besar akan kembali menggunakan formasi empat bek, skema yang jelas lebih menguntungkan bagi bek kiri berusia 18 tahun tersebut.
Sementara itu, Chido Obi yang sempat dikritik terbuka oleh Amorim kini punya peluang tampil. Darren Fletcher mungkin akan memberinya menit bermain mengingat performa Benjamin Sesko yang sedang menurun.
Pemain yang Dirugikan dari Pemecatan Ruben Amorim
Mason Mount: Kehilangan Sosok Pelindung
Di sisi lain, Mason Mount menjadi sosok yang paling dirugikan. Tak bisa dipungkiri, ia memiliki hubungan yang sangat spesial dengan pelatih asal Portugal tersebut. Sejak awal, Amorim memprediksi Mount bakal jadi pemain kunci dan terbukti benar. Gelandang berusia 26 tahun itu berubah dari pemain terlupakan menjadi starter tak tergantikan.
Mount sangat cocok dengan sistem Amorim. Kembali ke formasi pemain sayap mungkin bukan situasi ideal baginya, meski kualitasnya tetap dibutuhkan klub.
Nasib Sulit Diogo Dalot
Diogo Dalot juga berada dalam posisi sulit. Meski performanya kerap angin-anginan selama 18 bulan terakhir, ia tetap menjadi anak emas Amorim. Sang pelatih bahkan memasukkannya dalam grup kepemimpinan tim dan memainkannya setiap pekan. Hubungan istimewa ini dipastikan tak akan sekuat dulu di bawah manajer baru.
Namun, situasi ini bisa jadi pedang bermata dua. Dalot mungkin akan kembali bermain di posisi bek kanan murni yang lebih natural baginya.
Akhir Perjalanan Harry Maguire?
Harry Maguire yang bangkit dari keterpurukan juga terancam tersingkir. Tanpa Amorim, sulit melihat bek timnas Inggris ini bertahan lebih lama di Old Trafford. Amorim sebelumnya memuji Maguire setinggi langit, bahkan sempat ada wacana perpanjangan kontrak. Gol-gol krusial Maguire sering menyelamatkan wajah Amorim di laga penting.
Kini, musim ini diprediksi kuat akan menjadi tahun terakhir Maguire berseragam Setan Merah.
Ancaman Cedera Luke Shaw
Luke Shaw menjalani musim terbaiknya selama bertahun-tahun di bawah Amorim. Ia bersinar saat dimainkan sebagai bek tengah kiri dalam skema tiga bek. Peran tersebut membuat beban fisiknya berkurang sehingga ia bisa terus fit, sesuatu yang sulit dipercaya mengingat riwayat cederanya yang panjang.
Namun, jika pelatih baru mengembalikannya ke posisi bek sayap murni, masalah lama bisa muncul lagi. Manchester United mungkin akan melihat Shaw kembali berkutat dengan cedera kambuhan.






