Hiburan

Dongeng Sang Kancil (2024): Perjalanan Emosional Balas Dendam dan Persatuan Melindungi Hutan Rimba

Film animasi petualangan “Dongeng Sang Kancil (2024)” siap menyapa penonton dengan narasi yang lebih emosional dan penuh aksi. Diproduksi oleh Les’ Copaque Production, film berdurasi 99 menit ini menghidupkan kembali kisah legendaris Kancil melalui sentuhan modern, dibintangi oleh deretan pengisi suara ternama seperti Beto Kusyairy, Nabila Huda, Namron, Bront Palarae, dan Sofia Jane.

Trauma Masa Lalu dan Tekad Balas Dendam

Kisah ini dibuka dengan adegan kelam, di mana seekor anak kancil kecil harus menyaksikan tragedi paling menyakitkan dalam hidupnya. Ibunya tewas di hadapannya setelah diserang oleh sosok bayang hitam misterius yang muncul dari dalam hutan. Peristiwa memilukan itu membekas kuat di hati Kancil kecil dan menjadi luka yang ia bawa hingga dewasa.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Waktu berlalu, Kancil tumbuh menjadi sosok yang cerdas, lincah, dan penuh rasa ingin tahu. Namun, di balik kelincahannya tersimpan dendam yang belum terbalaskan. Kenangan tentang bayang hitam yang merenggut nyawa ibunya terus menghantuinya. Ketika ancaman serupa kembali muncul dan mulai mengganggu keseimbangan Hutan Rimba, Kancil pun memutuskan untuk berhenti bersembunyi. Ia bertekad mencari makhluk misterius tersebut, bukan hanya demi balas dendam, tetapi juga untuk melindungi rumahnya dan seluruh penghuni hutan.

Aliansi Tak Terduga di Hutan Rimba

Perjalanan Kancil tidaklah mudah. Dalam pengembaraannya, ia harus memasuki wilayah-wilayah berbahaya dan menghadapi ketakutannya sendiri. Di tengah perjalanan, Kancil bertemu dengan tiga penguasa alam yang selama ini dikenal sebagai pemangsa paling ditakuti. Mereka adalah Helang Perkasa yang menguasai langit dengan penglihatannya yang tajam, Gajah Belukar yang berkuasa di daratan dengan kekuatan besar dan wibawa tinggi, serta Raja Buaya yang mengendalikan sungai dan lautan dengan keganasannya.

Alih-alih mengandalkan kekuatan fisik, Kancil menggunakan kecerdikan dan kepintarannya untuk memenangkan hati mereka. Ia membuktikan bahwa ancaman bayang hitam bukan hanya masalah pribadinya, melainkan bahaya bagi seluruh ekosistem hutan. Perlahan, satu per satu pemangsa besar itu mulai percaya dan bersedia bekerja sama. Dukungan pun datang dari berbagai penghuni hutan lainnya, menciptakan persatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan strategi yang matang, keberanian, dan kerja sama, Kancil memimpin perlawanan besar melawan bayang hitam misterius. Pertarungan ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi tentang menghadapi trauma masa lalu dan melindungi masa depan Hutan Rimba.

Para Pengisi Suara yang Menghidupkan Karakter

Film ini menampilkan Nini Razali sebagai pengisi suara Kancil, Amir Masdi sebagai Harimau Kumbang, Loke Keng Sun sebagai Sang Tupai, dan Dinda Dania sebagai Arnab. Karakter Helang Perkasa diisi suaranya oleh Muhammad Hafiz Bin Hassan, Gajah Belukar oleh Fadzrian Ildzan Fadzian, dan Raja Buaya oleh Ahmad Razuri bin Roseli. Mureks mencatat bahwa film ini mendapatkan rating 7.4/10, menunjukkan penerimaan positif terhadap kualitas animasinya.

Ringkasan Kisah

“Dongeng Sang Kancil (2024)” mengisahkan perjalanan emosional seekor kancil cerdas yang bangkit dari trauma masa kecil untuk menghadapi ancaman besar yang mengintai hutan tempat tinggalnya. Dengan mengandalkan akal, keberanian, dan persatuan antar penghuni hutan, Kancil membuktikan bahwa kecerdikan dan kerja sama mampu mengalahkan kegelapan.

Mureks