Disney+ akan memperkenalkan format video vertikal di layanannya di Amerika Serikat mulai tahun ini. Pengumuman ini disampaikan dalam acara Tech + Data Showcase di CES 2026, sebagai upaya untuk menarik pengguna agar lebih sering berinteraksi dengan aplikasi mereka setiap hari.
Inisiatif ini secara khusus menyasar pengguna Gen Z dan Gen Alpha, yang cenderung tidak menghabiskan waktu berjam-jam menonton konten berdurasi panjang di ponsel mereka. Menurut Mureks, langkah ini merupakan respons terhadap tren konsumsi media yang bergeser ke format yang lebih ringkas dan mudah diakses.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Pengalaman Awal dengan Verts ESPN
Sebelumnya, Disney telah menjajal konten vertikal melalui “Verts” yang diluncurkan untuk aplikasi ESPN pada Agustus 2025. Pengalaman ini memberikan wawasan penting mengenai respons pengguna terhadap format video tersebut.
Diversifikasi Konten Video Vertikal
Erin Teague, Executive Vice President of Product Management Disney Entertainment, mengungkapkan kepada Deadline bahwa perusahaan akan memanfaatkan format ini untuk berbagai jenis konten. Disney+ tidak hanya berencana menggunakannya sebagai sarana promosi film dan serial, tetapi juga untuk program pendek orisinal. Teague tidak merinci jenis program orisinal apa yang akan ditambahkan, namun drama mikro vertikal telah menjadi sangat populer sepanjang tahun lalu.
“Kami jelas berpikir untuk mengintegrasikan video vertikal dengan cara yang sesuai dengan perilaku inti pengguna,” kata Teague. “Jadi, ini tidak akan menjadi pengalaman yang terputus-putus atau acak.”
Dalam pernyataannya, Disney menyebutkan bahwa pengalaman ini akan “berevolusi seiring dengan perluasannya di seluruh berita dan hiburan” serta akan dipersonalisasi untuk pengguna. Tujuannya adalah menjadikan layanan tersebut “destinasi harian yang wajib dikunjungi.” Logikanya, jika pengguna sudah berada di dalam aplikasi, mereka akan lebih cenderung menjelajahi dan menonton program-program lain yang tersedia.






