Tren

Disbudpar Magetan Umumkan Kunjungan Wisatawan Telaga Sarangan Tembus 1 Juta Orang Lebih pada 2025

MAGETAN – Telaga Sarangan, destinasi unggulan di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, berhasil menarik lebih dari satu juta wisatawan sepanjang tahun 2025. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan mencatat total kunjungan mencapai 1.094.668 orang, menunjukkan pemulihan signifikan sektor pariwisata daerah.

Capaian impresif ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat, pemulihan sektor pariwisata pascapandemi, serta beragam agenda promosi dan event yang digelar di daerah. Menurut Mureks, lonjakan kunjungan ini sekaligus mempertegas posisi Telaga Sarangan sebagai motor utama penggerak ekonomi pariwisata lokal.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Peningkatan Kunjungan dan Tantangan Target PAD

Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Radityo, mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau melihat data setahun penuh, jumlah wisatawan yang datang ke Sarangan justru naik dibandingkan tahun 2024,” ujar Eka Radityo di Magetan pada Selasa (6/1).

Data Disbudpar Magetan merinci bahwa selama tahun 2025, Telaga Sarangan dikunjungi oleh 1.094.668 wisatawan, menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp20,202 miliar. Angka ini lebih tinggi dari tahun 2024 yang mencatat 1.080.666 kunjungan dengan PAD Rp20,102 miliar.

Meskipun terjadi peningkatan, Disbudpar Magetan belum berhasil mencapai target PAD yang ditetapkan untuk tahun 2025, yaitu sekitar Rp21,2 miliar. Untuk tahun 2026, target PAD bahkan dinaikkan menjadi Rp23,4 miliar, menandakan ambisi besar pemerintah daerah.

Faktor Eksternal dan Strategi Kolaborasi

Eka menjelaskan bahwa dinamika kunjungan wisata dan perolehan PAD sangat dipengaruhi oleh kondisi perkembangan ekonomi masyarakat, daya beli, hingga faktor cuaca. Fenomena ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di Magetan tetapi juga di berbagai daerah lain.

“Wilayah wisata Batu, Bali, bahkan Yogyakarta juga mengalami tren serupa. Jadi memang banyak faktor eksternal yang mempengaruhi kunjungan wisatawan. Yang jelas, peningkatan kunjungan di Sarangan ini tetap menjadi modal keyakinan kami menghadapi target di tahun 2026,” kata Eka.

Lebih lanjut, Eka menekankan bahwa pengelolaan pariwisata daerah saat ini tidak lagi mengedepankan persaingan antar-wilayah, melainkan kolaborasi. “Saat ini, daerah wisata idealnya saling bersanding, bukan bersaing. Paket wisata antar-wilayah harus saling menguatkan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Disbudpar Magetan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekitar, seperti Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Ponorogo, guna mengembangkan sektor pariwisata yang terintegrasi dan lebih menarik minat pengunjung.

Puncak Kunjungan Libur Akhir Tahun

Mureks mencatat bahwa selama periode libur Natal dan Tahun Baru, tepatnya dari 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Telaga Sarangan menerima 117.447 pengunjung. Puncak kunjungan wisatawan (peak season) di Telaga Sarangan secara umum terjadi saat libur Lebaran dan akhir tahun.

Mureks