Olahraga

Direktur Al-Ittihad Yakin Karim Benzema Bertahan, Sang Bintang Tetap Misterius soal Kontrak

Spekulasi mengenai masa depan penyerang veteran di klub Arab Saudi, Al-Ittihad, semakin memanas. Direktur Olahraga Al-Ittihad, , menyatakan keyakinannya bahwa kapten tim tersebut akan memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada Juni 2026. Namun, di sisi lain, Benzema sendiri masih memberikan jawaban yang ambigu terkait niatnya untuk bertahan di Timur Tengah.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar Spanyol, ABC, Ramon Planes mengisyaratkan bahwa peraih lima trofi Liga Champions itu memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan kariernya bersama Al-Ittihad. “Dia ingin tinggal, dia ingin terus berada di Arab Saudi dan bersama Al-Ittihad. Dia melihat bahwa ada proyek serius di sana dengan pemain-pemain bagus,” ujar Planes, menegaskan optimisme klub.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Pernyataan Planes ini bertolak belakang dengan sejumlah laporan yang beredar pada Desember lalu. Kala itu, media Prancis Foot Mercato mengabarkan bahwa Benzema siap meninggalkan klub setelah kontraknya habis di musim panas. Kendati demikian, catatan Mureks menunjukkan, beberapa media lain justru mengklaim bahwa Benzema telah menyetujui persyaratan baru dengan Al-Ittihad, menambah kerumitan situasi ini.

Meski Planes tampak yakin dapat mempertahankan jasa bintang utamanya, komentar publik Benzema mengenai masa depannya justru tidak mengikat. Pada Desember, legenda Real Madrid itu menolak untuk terseret dalam pertanyaan tentang akhir kontraknya. Ia memilih untuk menegaskan fokusnya pada performa di lapangan. “Saya benar-benar fokus pada apa yang saya lakukan, entah itu untuk enam bulan terakhir ini atau untuk setelahnya jika saya memperpanjang kontrak saya. Beberapa orang berada di posisi yang lebih baik untuk membicarakan semua itu,” kata Benzema.

Ia menambahkan, “Saat ini, kontrak saya tersisa enam bulan. Jadi, saya sepenuhnya fokus pada sepakbola.”

Performa Benzema di lapangan memang menunjukkan bahwa ia lebih dari mampu untuk terus berkontribusi bagi klub. Striker berusia 38 tahun itu baru saja mencetak hat-trick dalam 22 menit saat Al-Ittihad melibas Al-Kholood 4-0 pada Jumat malam. Dengan torehan 15 gol dalam 17 penampilan musim ini, anggapan bahwa ia bisa membuat comeback sensasional ke tim nasional Prancis menjelang Piala Dunia 2026 juga tidak dapat diabaikan.

Benzema sendiri mengisyaratkan kesiapannya jika pelatih Didier Deschamps memanggilnya. “Saya seorang pemain sepakbola. Jadi, saya bermain sepakbola. Ketika mereka memanggil saya, saya datang, saya bermain,” ujarnya. “Saya punya tujuan di kepala saya. Saya suka sepakbola dan saya suka menang. Saya suka trofi. Itulah yang paling penting bagi saya. Di sana, saya ada di klub saya. Jika saya dipanggil ke tim nasional, saya datang untuk bermain sepakbola. Dan itu berhenti di situ.”

Gagasan menolak kembali ke Piala Dunia juga tidak mengandung kebenaran baginya. “Ini bukan cerita tentang tidak lagi ingin kembali ke tim Prancis,” katanya. “Tapi kita harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan: apa yang akan saya lakukan dengan tim Prancis? Kita berbicara tentang Piala Dunia. Jelas, ini bukan hal-hal di mana Anda harus berkata: ‘Tidak, saya tidak mau.’ Karena bohong jika mengatakan: ‘Tidak, saya tidak ingin bermain di Piala Dunia’.”

Apa pun masa depan yang menanti, mantan pemain Lyon dan Real Madrid itu tampaknya tetap memegang teguh perkataannya, memberikan segalanya kepada Al-Ittihad selama sisa kesepakatannya yang ada. Juara bertahan Liga Pro Saudi (SPL) saat ini duduk sembilan poin dari puncak klasemen, dan berada di posisi yang baik untuk lolos dari babak penyisihan grup Liga Champions Asia.

Mureks