Olahraga

Dari Premier League hingga NBA: 21 Savage Tuangkan Gairah Olahraga dalam Lirik Lagunya

Sheyaa Bin Abraham-Joseph, yang dikenal luas sebagai 21 Savage, bukan hanya musisi hip-hop yang mendunia, tetapi juga seorang penggemar olahraga yang kerap menyisipkan kecintaannya pada berbagai cabang dalam lirik-lirik lagunya. Rapper kelahiran London yang tumbuh besar di Atlanta ini telah merilis empat album studio per 6 Januari 2026, di mana banyak karyanya berkolaborasi dengan musisi lain dan membahas beragam topik, termasuk dunia olahraga.

1. Dukungan untuk Arsenal di Lagu “Circo Loco”

Dalam album kolaborasi Her Loss bersama Drake yang rilis November 2022, 21 Savage menyertakan lagu “Circo Loco”. Di lagu ini, rapper berusia 33 tahun tersebut secara terang-terangan mengungkapkan harapannya untuk melihat Arsenal menjuarai English Premier League (EPL). Lirik yang dimaksud berbunyi, “Still gotta see the Gunners win the Premier League“.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Meskipun lahir di Plaistow, London Timur, 21 Savage dikenal sebagai pendukung setia Arsenal. Kecintaannya pada klub asuhan Mikel Arteta ini sering ia tunjukkan melalui media sosial. Bahkan, ia sempat mengunjungi Emirates Stadium untuk menyaksikan langsung pertandingan The Gunners melawan RC Lens di Liga Champions Eropa musim 2023/2024.

2. Perumpamaan Premier League dalam “GBP”

Pada Januari 2025, 21 Savage berkolaborasi dengan Central Cee dalam album Can’t Rush Greatness, khususnya di lagu “GBP”. Melalui karya ini, rapper yang menghabiskan masa mudanya di Atlanta tersebut menegaskan levelnya yang berbeda dari para pesaingnya. Ia bahkan menggunakan perumpamaan kemenangan telak 7-0 di Premier League. Potongan liriknya adalah, “Up on the opps, seven to nil, Premier League, I’m in the field“.

Premier League, sebagai salah satu kompetisi sepak bola terbaik dunia, dikenal dengan persaingannya yang ketat. Namun, Mureks mencatat bahwa per 6 Januari 2026, terdapat sepuluh pertandingan yang berakhir dengan skor 7-0. Salah satu momen paling ikonik adalah saat Liverpool menghancurkan Manchester United di EPL musim 2022/2023.

3. Penghormatan untuk Floyd Mayweather Jr. di “Thought I Was Playing”

Album studio ketiga Gunna, DS4Ever, yang dirilis Januari 2022, menampilkan kolaborasi dengan 21 Savage dalam lagu “Thought I Was Playing”. Di lagu ini, 21 Savage mengibaratkan senjata semiotomatis bernama Draco memiliki kekuatan seperti petinju legendaris Floyd Mayweather Jr., sekaligus menjadi bentuk penghormatan. Lirik yang dimaksud adalah, “I called Draco Floyd, give him a uppercut, we hit that boy in the chin“.

Floyd Mayweather Jr. memulai karier tinju profesionalnya pada 1996. Ia dikenal dengan kecepatan tangan dan kecerdasan dalam membangun pertahanan. Berkat kemampuannya, atlet kelahiran Grand Rapids ini berhasil memenangkan gelar dunia di lima kelas berbeda dan mencetak rekor 50 kemenangan tanpa kekalahan, dengan 27 di antaranya melalui knockout (KO) atau technical knockout (TKO). Ia gantung sarung tinju pada Agustus 2017 setelah 21 tahun berkarier.

4. Apresiasi untuk DeMar DeRozan di “Gang Over Everything”

Album keempat 21 Savage, What Happened to the Streets?, yang dirilis Desember 2025, memuat 14 lagu, termasuk “Gang Over Everything”. Dalam lagu ini, rapper bertinggi 183 cm tersebut memberikan penghormatan terhadap kemampuan basket dan mentalitas DeMar DeRozan. Penggalan liriknya berbunyi, “F**k all that grieving and s**t, i go to the paint like i’m DeRozan“.

DeMar DeRozan adalah pebasket profesional yang kini membela Sacramento Kings di NBA musim 2025/2026. Pemain yang akrab disapa Deebo ini serbaguna sebagai small forward atau power forward, menjadikannya sering diplot sebagai starter. Selain kekuatan fisik, DeRozan juga dikenal dengan etos kerja tinggi dan kemampuan menembak jarak menengah (mid-range) yang solid, sering merepotkan pertahanan lawan.

Keempat penggalan lirik ini menunjukkan bagaimana 21 Savage berhasil mengambil inspirasi dari berbagai cabang olahraga dan menuangkannya secara kreatif ke dalam musik hip-hopnya, menciptakan koneksi unik antara dunia musik dan atletik.

Mureks