Maulina Novryliani, yang kini dikenal sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia, memiliki perjalanan karier yang berliku di dunia olahraga. Perempuan yang akrab disapa Coach Cici ini sempat mengambil keputusan besar dengan berpindah cabang olahraga dari sepak bola ke futsal pada awal 2010-an, sebelum akhirnya kembali lagi ke sepak bola.
Keputusan tersebut diambil Cici setelah ia lebih dulu mencicipi atmosfer Timnas Wanita Indonesia di sepak bola. Menurutnya, kondisi dan situasi kompetisi sepak bola wanita saat itu membuat futsal terasa sebagai pilihan yang lebih realistis untuk melanjutkan karier profesionalnya.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Alasan di Balik Perpindahan Cabang Olahraga
Cici mengungkapkan beberapa faktor yang mendorongnya beralih ke futsal. Salah satunya adalah kenyamanan dan peluang bertanding yang lebih banyak.
“Kalau mau jujur sih karena di sepak bola kan panas tuh waktu itu kan. Aduh kayaknya lebih enak di futsal nih. Terus juga di futsal pertandingannya lebih banyak,” ujar Cici kepada kumparanBOLANITA di Community Center Pamulang, Tangerang, Rabu (7/1).
Meski dikenal sebagai pesepak bola, futsal sejatinya bukan hal baru bagi wanita kelahiran Samarinda berusia 38 tahun ini. Ia mengaku sudah mengenal dan menekuni futsal sejak masih duduk di bangku SMA, bahkan sebelum karier sepak bolanya benar-benar berkembang. “Sebenarnya sih di futsal itu dari 2004 juga. Dulu pertama ikut Biangbola. Jadi dari SMA udah ikut futsal terus udah banyak pertandingannya,” kata Cici.
Selain faktor kenyamanan, jumlah tim dan peta persaingan juga menjadi pertimbangan. Saat itu, kompetisi sepak bola wanita di Indonesia sudah memiliki banyak klub dari berbagai daerah, seperti model Piala Pertiwi regional. Sementara itu, futsal justru masih relatif baru dan belum terlalu padat.
“Jadi ya sudahlah di futsal dulu saja karena sepak bola sekarang mikirnya udah banyak juga klubnya waktu itu dari banyak daerah gitu kan model-model kayak (Piala) Pertiwi lah dulu regional gitu udah banyak. Nah di futsal ini baru sedikit,” ucap Cici.
Di sisi lain, Cici juga melihat peluang untuk berprestasi di level nasional lewat futsal. Pengalamannya membela timnas sepak bola membuatnya yakin bisa memberi kontribusi serupa di cabang olahraga yang berbeda.
“Jadi pengen nyobalah di futsallah sebelumnya kan di sepak bola udah ada Timnasnya nih udah ikut. Masa iya di futsal nggak bisa juga sih gitu sih mikirnya. Makanya ya sudah futsal dulu kalau emang rezekinya nanti di bola setelah futsal ya sudah balik lagi ke bola gitu sih,” lanjut Cici.
Karier dan Prestasi di Futsal
Selama berkarier di futsal, Maulina Novryliani sempat membela sejumlah tim. Catatan Mureks menunjukkan, ia menghabiskan periode terpanjang bersama Jaya Kencana dari 2013 hingga 2017. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke klub lain, yakni Kebumen pada 2017 dan Persiba pada 2018-2019.
Prestasi pun berhasil ia raih selama menekuni futsal, baik di level klub maupun tim nasional.
- Juara liga (level klub)
- Medali perunggu SEA Games (tim nasional futsal)
Pengalaman bermain di dua cabang olahraga membuat Cici merasakan perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari sisi dukungan penonton dan tingkat persaingan internasional.
“Yang berasa banget ya… sebenarnya sih pertama dari kayak dukungan ya karena rata-rata itu kan cewek-cewek itu lebih suka futsal. Jadi mereka lebih tahu pemain-pemain futsal daripada pemain-pemain sepak bola sebelum sekarang-sekarang ini ya,” tutur Cici.
Ia menambahkan, futsal kala itu juga memberi peluang bersaing yang lebih terbuka di level internasional. Namun, seiring perkembangan sepak bola wanita Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, Cici menilai jarak tersebut mulai menipis.
“Jadi kalau menurut saya berkesan ya memang berkesan di futsal. Tapi kalau untuk sekarang karena sepak bolanya udah naik, apalagi ada pemain naturalisasi juga, jadi ya nggak kalah saing juga sih sebenarnya kalau untuk fans-nya ya gitu. Tapi kalau untuk mungkin pertandingannya ya kita harus perlu belajar lagi gitu,” pungkas Cici.






