Teknologi

Dari Inovasi AI hingga Konservasi Energi: Komitmen Samsung Wujudkan Keberlanjutan Lingkungan

Di tengah meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan konsumen Indonesia, efisiensi energi pada perangkat elektronik telah menjadi kebutuhan fundamental bagi raksasa teknologi seperti Samsung. Prinsip keberlanjutan (sustainability) bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan filosofi merek yang mendarah daging.

Dalam wawancara eksklusif bersama Tekno Liputan6.com pada Senin, 5 Januari 2026, di Jakarta, Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, memaparkan bagaimana Samsung mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam inti teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Harry Lee mengakui bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana perusahaan dapat menawarkan solusi teknologi yang berdampak positif tanpa mengorbankan tanggung jawab lingkungan.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

AI Energy Mode: Solusi Hemat Energi Berbasis Kecerdasan Buatan

Salah satu inovasi unggulan yang diperkenalkan Samsung adalah AI Energy Mode. Teknologi ini merupakan bagian dari fitur SmartThings yang memanfaatkan AI untuk mempelajari pola penggunaan pengguna dan mengoptimalkan konsumsi energi pada peralatan rumah tangga yang kompatibel, seperti kulkas, mesin cuci, AC, dan TV.

AI Energy Mode diklaim berpotensi menghemat energi secara signifikan, hingga 70%, sekaligus menyediakan pelacakan penggunaan dan peringatan melalui ponsel. Harry Lee menjelaskan bahwa fitur ini bekerja secara otomatis untuk menyesuaikan penggunaan energi berdasarkan lingkungan sekitar pengguna.

“TV akan menyesuaikan konten secara otomatis bergantung pada lingkungan dan ambience. AI akan menyesuaikan tingkat kecerahan ke level penggunaan energi yang optimum,” Harry Lee memaparkan. Ini berarti, di ruangan yang gelap, TV tidak akan memancarkan cahaya berlebih yang membuang energi, sementara di ruangan terang, kualitas visual tetap terjaga tanpa pemborosan daya.

Membangun Kesadaran Kolektif untuk Lingkungan

Harry Lee mencatat bahwa isu keberlanjutan adalah hal yang “sangat mendasar” namun krusial. Meskipun Samsung memiliki teknologi penghematan daya yang canggih, ia merasa tantangan sebenarnya adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk berkontribusi secara langsung. Mureks mencatat bahwa Harry Lee mengusulkan pendekatan kampanye yang tidak langsung dan lebih personal.

“Mungkin kita bisa memberikan kampanye kecil. Jika Anda menggunakan Samsung, Anda secara tidak langsung berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mari kita lakukan sesuatu bersama,” ucapnya, seraya mengajak semua elemen masyarakat turut andil dalam melestarikan lingkungan. Visi ini menunjukkan pergeseran peran teknologi, dari sekadar alat hiburan menjadi instrumen perubahan sosial dan lingkungan.

Lebih dari Sekadar Hemat Listrik: Filosofi Brand

Dalam konteks pasar Indonesia pada tahun 2026, di mana efisiensi energi dan kesadaran akan jejak karbon menjadi pertimbangan penting dalam membeli perangkat rumah tangga, langkah Samsung menonjolkan AI Energy Mode dianggap sebagai langkah strategis yang tepat.

“Sustainabilitas adalah filosofi brand kami. Bagi Samsung, itu adalah keharusan,” Harry Lee menegaskan. Dengan pendekatan ini, Samsung berupaya membuktikan bahwa kemajuan teknologi visual yang memukau dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga Bumi untuk generasi mendatang di Indonesia.

Penerapan teknologi berbasis AI lain pada jajaran TV terbaru Samsung adalah AI Sound Controller dan AI Soccer Mode. AI Sound Controller memungkinkan pengguna untuk menaikkan atau menurunkan volume dialog, musik latar, atau suara penonton secara independen untuk pengalaman yang lebih personal. Sementara AI Soccer Mode berfungsi untuk mengatur gambar dan suara ke kualitas setara stadion selama siaran olahraga berlangsung. Semua fitur ini tidak hanya dirancang untuk kepuasan indrawi, tetapi juga untuk efisiensi operasional perangkat.

Dalam acara The First Look di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), Samsung mengusung tema ‘Your Companion to AI Living’ yang fokus pada pengembangan AI sebagai pendamping kehidupan sehari-hari, mulai dari TV, perangkat rumah tangga, hingga ekosistem perangkat.

Mureks