Olahraga

Dari EPA ke Tim Senior: Kisah Aditya Warman, Metronom Muda Penjaga Kedalaman Persija

PERSIJA Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mengorbitkan talenta-talenta muda berbakat. Setelah sukses melahirkan nama-nama seperti Muhammad Ferarri, Rio Fahmi, hingga Dony Tri Pamungkas, kini perhatian The Jakmania tertuju pada seorang gelandang muda di lini tengah, Aditya Warman.

Pemain jebolan Persija Elite Pro Academy (EPA) ini baru saja mencetak gol penting dalam kemenangan 2-0 Persija Jakarta atas Persijap di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (3/1). Penampilan impresif tersebut menjadi bukti nyata bahwa Aditya perlahan namun pasti mulai mendapatkan kepercayaan penuh dari Pelatih Mauricio Souza di skuad senior.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Aditya Warman: Visi dan Ketenangan di Lini Tengah

Di tengah ketatnya persaingan lini tengah Macan Kemayoran yang dihuni pemain asing dan senior berlabel Timnas, Aditya Warman hadir menawarkan visi bermain yang tenang dan dewasa, melampaui usianya. Lahir sebagai putra daerah dengan mimpi membela klub kebanggaan ibu kota, Aditya meniti karier dari level junior dengan disiplin tinggi.

Berikut biodata singkat Aditya Warman:

  • Nama Lengkap: Aditya Warman
  • Posisi Utama: Gelandang Tengah (CM) / Gelandang Bertahan (DMF)
  • Kaki Dominan: Kanan
  • Klub Saat Ini: Persija Jakarta
  • Jebolan: Persija Academy / EPA

Berbeda dengan tipikal gelandang box-to-box yang mengandalkan fisik dan kecepatan lari, Aditya Warman memiliki gaya main yang lebih elegan. Ia adalah tipe Deep-Lying Playmaker atau sering disebut sebagai “Metronom” di lapangan.

Gaya Bermain Si “Penenang”

Mureks mencatat bahwa kelebihan utama Aditya terletak pada kemampuannya melihat celah dan mendistribusikan bola. Ia jarang memegang bola terlalu lama. Dengan satu-dua sentuhan, ia mampu memindahkan arah serangan (switching play) dari sisi kanan ke kiri dengan akurasi umpan jarak jauh yang mumpuni.

Selain itu, ketenangan (composure) menjadi salah satu alasan pelatih berani memberinya menit bermain di laga-laga krusial. Saat di-press lawan, Aditya tidak mudah panik. Ia pandai melindungi bola (shielding) dan mencari ruang kosong untuk menerima operan dari bek.

Perjalanan Karier: Dari EPA Menuju Tim Senior

Nama Aditya Warman mulai dikenal luas saat membela Persija Muda di kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Ia menjadi tulang punggung tim junior Persija dalam mengatur ritme permainan. Promosinya ke tim senior bukanlah hadiah cuma-cuma, melainkan hasil dari konsistensi dan kerja kerasnya saat latihan. Para pelatih Persija, baik di era Thomas Doll, Carlos Pena, hingga Mauricio Souza, melihat potensi Aditya sebagai suksesor ideal bagi senior-seniornya seperti Hanif Sjahbandi.

Memasuki BRI Super League musim 2026, peran Aditya semakin vital. Jika sebelumnya ia hanya menjadi pelapis, kini ia sering menjadi opsi rotasi utama saat tim membutuhkan stabilitas penguasaan bola (ball possession).

AtributRating (Skala 1-10)Keterangan
Passing Pendek8.5Sangat akurat dalam menjaga aliran bola.
Visi Bermain8.0Pandai membaca pergerakan kawan.
Duel Fisik7.0Masih perlu ditingkatkan untuk level Asia.
Intersep7.5Pintar memotong jalur operan lawan.

Tantangan dan Harapan The Jakmania

Bagi The Jakmania, Aditya Warman adalah representasi dari slogan “Young Tiger”. Harapannya, ia bisa terus konsisten dan menghindari cedera. Tantangan terbesar Aditya saat ini adalah meningkatkan massa otot dan kekuatan fisik agar lebih tangguh saat berduel dengan gelandang asing di Liga 1. Jika ia mampu terus mengasah kemampuannya, bukan tidak mungkin satu tempat di Timnas Indonesia (kelompok umur atau senior) akan segera menjadi miliknya.

Mureks