Kapten Tottenham Hotspur, Cristian Romero, melontarkan kritik pedas kepada jajaran petinggi klub usai kekalahan timnya dari Bournemouth. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui unggahan panjang di akun Instagram pribadinya, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.
Tottenham Hotspur harus mengakui keunggulan Bournemouth dengan skor 2-3 dalam laga yang berlangsung di Vitality Stadium. Sempat unggul melalui gol Mathys Tel, The Lilywhites kemudian tertinggal 1-2 setelah gawang mereka dibobol Evanlison dan Eli Kroupi. Meskipun Joao Palhinha sempat menyamakan kedudukan, gol di masa injury time dari Antoine Semenyo memastikan kemenangan bagi Bournemouth.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Dalam unggahannya, Romero menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar dan menegaskan tanggung jawab pemain atas performa tim. Namun, ia juga menyiratkan kekecewaan terhadap manajemen klub.
“Maaf kepada semua penggemar yang selalu mengikuti kami di mana pun, yang selalu ada dan akan terus ada. Kami bertanggung jawab, tidak ada keraguan tentang itu. Saya yang pertama melakukannya. Tapi kami akan terus menghadapi situasi ini dan berusaha membalikkan keadaan, untuk diri kami sendiri dan klub. Pada saat-saat seperti ini, seharusnya orang lain yang berbicara, tapi mereka tidak melakukannya, seperti yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Mereka hanya muncul ketika segala sesuatunya berjalan lancar.”
“Kami akan tetap di sini, bekerja, bersatu, dan memberikan segalanya untuk membalikkan keadaan. Terutama di saat-saat seperti ini, diam, bekerja lebih keras, dan bergerak maju bersama, adalah bagian dari sepak bola. Bersama-sama, semuanya akan lebih mudah @spursofficial 🤍,” tulis Cristian Romero.
Menurut laporan Sky Sports, Romero awalnya sempat menambahkan frasa “untuk bilang beberapa kebohongan” setelah kalimat “segala sesuatunya berjalan lancar”, namun frasa tersebut kemudian dihapus dari unggahannya. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa insiden ini terjadi di tengah periode sulit Tottenham Hotspur.
Klub asuhan Thomas Frank itu hanya mampu meraih dua kemenangan dari 11 pertandingan terakhir mereka, dengan catatan lima kekalahan dan empat hasil imbang. Performa buruk ini membuat Tottenham Hotspur kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen Liga Inggris dengan koleksi 27 poin hingga pekan ke-21. Situasi inilah yang mendorong Cristian Romero untuk akhirnya angkat suara.






