Cek Lapangan, Tuntaskan Konflik Petani Plasma dengan PT MBI

MUREKS.CO.ID – Konflik antara petani plasma Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musibanyuasin Propinsi Sumatera Selatan dengan PT. Musi Banyuasin Indah (MBI) direspon cepat.  Sebelumnya para petani plasma di Kecamatan Batanghari Leko mengirim surat keluhan kepada Pj Bupati Musi Banyuasin Apriyadi pada 25 Agustus 2022.

Respon cepat Pj Bupati Apriyadi dibuktikan dengan turun langsung mendatangi petani sawit plasma Kecamatan Batanghari Leko pada Rabu, 21 September 2022 siang. Kedatangan Pj Bupati Apriyadi guna memediasikan permasalahan warga dengan PT MBI di Kantor Camat Batanghari Leko.  Petani mengira, mereka akan dipanggil ke kantor Pemerintah Kabupaten Muba untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

Baca Juga : Waw.. KPU Musi Rawas Minta Anggaran Rp 74 Miliar untuk Pilkada

“Tapi malah pak Bupati Apriyadi mendatangi kami secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang kami alami saat ini. Terima kasih pak Bupati Apriyadi yang sangat peduli dengan nasib kami petani sawit,” ungkap Perwakilan Petani Sawit Plasma Kecamatan Batang Hari Leko, Nazirin.

Menurut Nazirin, sosok Bupati Apriyadi sangat merakyat dan sangat peka terhadap permasalahan yang dialami masyarakat Muba. “Kami berharap persoalan kemitraan kami bisa tuntas dengan dimediasi langsung oleh pak Bupati Apriyadi,” harapnya.

Nazirin mengaku, petani sawit plasma di Kecamatan Batang Hari Leko selama ini mengalami pemotongan Tandan Buah Segar yang jumlahnya sangat besar oleh PT MBI. Hal ini menjadi keberatan petani sawit plasma di BHL. “Kedatangan pak Bupati Apriyadi hari ini menjadi titik terang terhadap permasalahan yang dialami petani sawit plasma di Batang Hari Leko selama ini,” bebernya.

Baca Juga : Dekranasda Upayakan Angkat Wastra Tenun dan Batik Sumsel

Senada diungkapkan Petani Sawit Plasma Batang Hari Leko lainnya Muzamil. Ia melanjutkan, petani sawit di BHL sangat berharap bisa mendapatkan bantuan program peremajaan kelapa sawit namun terbentur dengan legalitas kepemilikan lahan. “Sebenarnya kami sangat menyambut baik program PSR yang saat ini digencarkan Pemkab Muba, namun untuk pengajuan kami terbentur dengan legalitas atau sertifikat, kami mohon semoga pak Bupati Apriyadi bisa mencarikan solusi untuk kami,” harapnya.

Selain itu, petani sawit plasma di Batang Hari Leko juga meminta agar kondisi jalan rusak di wilayah perkebunan bisa diperbaiki. “Jadi akses kami bisa lebih mudah untuk ke kebun dan membawa hasil perkebunan,” ungkapnya.

General Manager PT Musi Banyuasin Indah MBI, Ir Abdul Aziz Muslim mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Muba Apriyadi yang turun langsung untuk menengahi dan turut andil memediasikan perusahaan dengan petani sawit plasma di BHL. “Kami apresiasi pak Bupati Apriyadi yang punya kepedulian yang sangat besar untuk menciptakan kondusifitas Kabupaten Muba dan langsung turun ke lapangan,” tuturnya.

Baca Juga : Unmura akan Buka Prodi S1 Ilmu Lingkungan 

Ia menambahkan, terkait sortasi, persoalan replanting, SHM atau legalitas serta jalan rusak sebagaimana yang menjadi keluhan petani plasma akan dicarikan solusi segera. “Percayalah kami pihak perusahaan berpihak ke petani, jadi bertahap akan dicarikan solusinya segera demi kepentingan petani di BHL terlebih mitra PT MBI,” janjinya.

Pj Bupati H Apriyadi mengatakan dirinya mewakili Pemkab Muba akan selalu komitmen hadir ke tengah masyarakat yang sedang berkonflik, terlebih terkait kesejahteraan petani. “Kita harus sama-sama menjaga diri, semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik-baik melalui mediasi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.