Budaya dan Tradisi Musi Rawas Mulai Eksis

RajaBackLink.com

MUSI RAWAS- Sejak dibentuk pada 2019 lalu, keberadaan Lembaga Adat dan Penasehat Adat di setiap Desa dan Kelurahan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), memberikan dampak yang positif terhadap adat, budaya dan juga tradisi asli masyarakat Kabupaten Mura.
Meski baru berjalan tiga tahun, namun eksitensi lembaga dan penasehat adat terus terlihat. Bahkan, berkat lembaga adat, kini baik budaya, adat istiadat, dan tradisi asli masyarakat Kabupaten Mura mulai muncul satu persatu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mura, Syamsul Joko Karyono melalui Penjabat Fungsional Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Emiliana mengatakan, eksistensi lembaga adat Kabupaten Mura hingga kini masih tetap eksis.
“Lembaga adat di Kabupaten Mura baru dibentuk pada 2019 lalu, dan sampai saat ini masih tetap eksis. Keberadaannya mereka sudah ada di setiap Desa dan Kelurahan dan Kecamatan,” kata Emiliana kepada Musirawas Ekspres, kemarin.
Sebagaimana fungsinya, Lembaga Adat dibentuk untuk kembali menghidupkan dan menguatkan serta melestarikan kebudayaan di wilayah masing-masing agar tidak hilang ditelan zaman.
“Sekarang sudah mulai muncul berbagai budaya, adat dan tradisi masyarakat, mungkin yang selama ini dianggap tidak terlalu penting, kini mulai muncul dan digiatkan kembali di masyarakat,” ungkapnya.
Dikatakannya, beberapa budaya yang kembali digiatkan di masyarakat, seperti Sedekah Bumi dan Sedekah Rame serta Adat Perkawinan. Dimana, selama ini mayoritas secara nasional, sekarang mulai disini dengan beberapa tradisi khas masyarakat.
Selain itu, para lembaga adat di setiap Desa dan Kelurahan juga diwajibkan memberikan laporan 3 bulan sekali, melalui penasehat adat Kecamatan untuk menyampaikannya adat yang masih dipakai.
“Baik adat istiadat dan budaya maupun tradisi apapun, selagi tidak bertentangan dengan agama dan undang-undang dan struktur desa, silahkan dikembangkan,” pungkasnya. (kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.