Olahraga

Awal Pahit Liam Rosenior di Chelsea: Divonis Bersalah Pelanggaran Lalu Lintas Usai Dilantik

Liam Rosenior, yang baru saja resmi ditunjuk sebagai manajer Chelsea, menghadapi awal karier yang pahit setelah divonis bersalah atas pelanggaran batas kecepatan. Putusan pengadilan ini datang tak lama setelah ia menandatangani kontrak berdurasi enam setengah tahun dengan The Blues.

Menurut laporan Sky News, Rosenior dinyatakan bersalah karena tidak dapat menghadiri kursus kesadaran lalu lintas, yang seharusnya menjadi alternatif hukuman. Mantan bek Liga Inggris itu beralasan penerbangannya dari Strasbourg ke Inggris tertunda akibat kabut tebal, sehingga ia tidak bisa mengikuti kursus tersebut.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Pelanggaran kecepatan itu sendiri terjadi pada 7 Juli 2025 di wilayah Derbyshire, di mana Rosenior mengemudi dengan kecepatan 36 mil per jam di zona batas 30 mil per jam. Ia telah mengakui pelanggaran tersebut. Hakim kemudian memerintahkan Rosenior untuk membayar total £1.052, yang mencakup denda, biaya perkara, dan ongkos pengadilan.

Terlepas dari masalah hukumnya, Rosenior kini resmi memulai petualangan barunya di Stamford Bridge, menggantikan Enzo Maresca. Pria kelahiran London ini didatangkan dari klub Ligue 1 Strasbourg.

Mureks mencatat bahwa Rosenior akan memimpin laga perdananya sebagai pelatih Chelsea saat bertamu ke markas Charlton Athletic di Piala FA pada Minggu, 11 Januari mendatang. Sebelumnya, ia hanya menjadi penonton ketika klub barunya dikalahkan Fulham 2-1 di Liga Primer Inggris pada Kamis, 8 Januari dini hari WIB.

Pernyataan Liam Rosenior Usai Dilantik

“Saya merasa sangat rendah hati dan terhormat ditunjuk sebagai pelatih Chelsea Football Club. Ini adalah klub dengan semangat unik dan sejarah besar dalam memenangkan trofi.

“Tugas saya adalah melindungi identitas itu dan membangun tim yang mencerminkan nilai-nilai itu di setiap pertandingan yang kami mainkan sembari terus memenangkan trofi. Dipercaya dengan peran ini sangat berarti bagi saya dan saya ingin berterima kasih kepada semua pihak atas kesempatan dan keyakinan yang diberikan dalam menjalankan pekerjaan ini. Saya akan memberikan segalanya untuk menghadirkan kesuksesan yang pantas didapatkan klub ini.

“Saya sangat percaya pada kerja sama tim, persatuan, kebersamaan, dan saling bekerja untuk satu sama lain. Nilai-nilai itu akan menjadi inti dari semua yang kami lakukan dan menjadi fondasi kesuksesan kami.

“Saya antusias bekerja dengan grup pemain dan staf yang sangat bertalenta, membangun koneksi kuat di dalam maupun luar lapangan, serta menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa bersatu dan digerakkan oleh tujuan yang sama.”

Kemarahan Suporter Strasbourg Atas Kepindahan Rosenior

Kepindahan Rosenior ke Chelsea juga memicu reaksi keras dari para pendukung Strasbourg. Federasi Suporter Strasbourg (FSRCS) menilai tindakan ini sebagai “memalukan”, terutama mengingat kedua klub berada di bawah kepemilikan BlueCo.

Dalam pernyataan resminya, FSRCS menyebut: “Transfer Liam Rosenior adalah langkah memalukan lainnya yang menegaskan posisi Racing sebagai bawahan Chelsea. Selama dua setengah tahun terakhir, bersama pihak lain, kami sudah berusaha memperingatkan soal ini.

“Masalah ini lebih dari sekadar dampak olahraga di tengah musim atau ambisi seorang pelatih muda. Ini adalah masalah struktural; masa depan sepakbola klub Prancis sedang dipertaruhkan.

“Setiap manuver tambahan dari Marc Keller (presiden Strasbourg), setiap menit ekstra ia bertahan memimpin klub, adalah penghinaan terhadap kerja luar biasa yang telah dilakukan sebelum 2023. Apa yang dulu dianggap sebagai langkah ekstrem pada September lalu kini semakin terlihat sebagai saran yang tepat: ia harus pergi. Sekarang.

“FSRCS akan berkoordinasi erat dengan tiga asosiasi lain yang aktif melawan kepemilikan multi-klub, serta semua pihak yang memiliki itikad baik, untuk menentukan langkah selanjutnya.”

Tantangan Menanti Rosenior di Chelsea

Setelah kekalahan dari Fulham, Chelsea dan Rosenior akan menghadapi Charlton Athletic di putaran ketiga Piala FA. Selanjutnya, tantangan besar menanti di semifinal Piala Liga melawan Arsenal, sebuah ajang yang membuka peluang bagi Rosenior untuk meraih trofi pertamanya bersama The Blues.

Dalam konferensi pers perpisahannya di Strasbourg, Rosenior sempat mengungkapkan perasaannya mengenai kesempatan ini:

“Pada hari Sabtu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Sejak itu, saya diberi kesempatan berbicara dengan salah satu klub terbesar di dunia.

“Hari ini, tampaknya saya akan menjadi manajer berikutnya di klub tersebut. Kesempatan ini adalah sesuatu yang tidak bisa saya tolak dalam hidup saya saat ini. Mereka punya skuad luar biasa, basis suporter luar biasa, dan mereka adalah juara Piala Dunia Antarklub.

“Saya belum menandatangani kontrak, tetapi sudah ada kesepakatan verbal dengan Chelsea. Semuanya sudah disetujui dan kemungkinan akan rampung dalam beberapa jam ke depan. Saya berada di sini karena saya peduli dengan klub ini dan merasa penting untuk menjawab pertanyaan Anda sebelum melangkah ke fase berikutnya dalam karier saya.”

Mureks