Aston Villa berhasil melaju ke putaran keempat Piala FA setelah menumbangkan Tottenham Hotspur dengan skor tipis 2-1. Kekalahan di kandang sendiri ini tidak hanya menghentikan langkah Spurs di kompetisi tertua Inggris, tetapi juga memperparah krisis performa yang tengah melanda skuad asuhan Thomas Frank.
Dominasi Villa di Babak Pertama
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di London, Tottenham justru tampil di bawah standar pada babak pertama. Tim tamu, Aston Villa, yang diasuh Unai Emery, menunjukkan dominasi sejak peluit awal dibunyikan. Hasilnya, Emiliano Buendia sukses memecah kebuntuan pada menit ke-22. Ia menyarangkan bola ke gawang Spurs dengan penyelesaian akhir yang bertenaga, memanfaatkan umpan matang dari Donyell Malen.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Situasi semakin memburuk bagi Tottenham ketika penyerang andalan mereka, Richarlison, harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-31. Richarlison mengalami cedera hamstring yang membuatnya tidak dapat melanjutkan pertandingan. Memanfaatkan rapuhnya lini belakang tuan rumah, Morgan Rogers kemudian menggandakan keunggulan Villa pada masa injury time babak pertama. Gol ini membuat Spurs harus masuk ke ruang ganti dengan iringan cemoohan keras dari para suporter mereka.
Kebangkitan Terlambat dan Akhir Laga Ricuh
Memasuki babak kedua, Tottenham berupaya bangkit. Thomas Frank memberikan instruksi untuk meningkatkan tempo permainan, dan harapan sempat muncul ketika Wilson Odobert mencetak gol balasan. Odobert melepaskan tendangan rendah sembilan menit setelah jeda, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Laga ini juga menandai kembalinya Dominic Solanke setelah absen selama lima bulan, yang diharapkan dapat memberikan energi tambahan di lini serang.
Meski terus menggempur pertahanan Villa, Spurs gagal mencetak gol penyeimbang. Disiplinnya lini belakang Villa, ditambah aksi heroik Pedro Porro yang sempat menyapu bola di garis gawang untuk mencegah gol tambahan dari Buendia, memastikan tim tamu pulang dengan kemenangan.
Peluit panjang tidak hanya menandai berakhirnya pertandingan, tetapi juga memicu kericuhan di tengah lapangan. Pemain dari kedua tim terlibat konfrontasi fisik yang harus dipisahkan oleh staf pelatih. Para pemain Spurs dilaporkan tidak senang dengan cara Morgan Rogers merayakan kemenangan di depan tribun pendukung Villa.
Krisis Spurs Kian Dalam
Bagi Tottenham, ini adalah kali pertama mereka tersingkir di babak ketiga Piala FA sejak musim 2013-2014. Catatan Mureks menunjukkan, dengan hanya mencatatkan dua kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir, masa depan Thomas Frank kini berada di ujung tanduk seiring hilangnya kepercayaan dari para penggemar. Di sisi lain, kemenangan ini menegaskan superioritas Aston Villa atas Spurs musim ini, setelah sebelumnya mereka juga berhasil memetik kemenangan di laga liga pada Oktober lalu. Kematangan taktik Unai Emery terbukti terlalu tangguh bagi Tottenham yang sedang goyah.






