Rabu, 07 Januari 2026, Appdome secara resmi memperkenalkan Agentic AI SecOps Agent, sebuah inovasi yang diklaim sebagai agen berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di industri untuk keamanan operasional (SecOps) seluler. Peluncuran ini dilakukan dalam ajang bergengsi Black Hat Europe, menandai langkah signifikan dalam upaya menghadapi lonjakan penipuan dan ancaman siber yang kian kompleks di era ekonomi digital yang semakin berfokus pada perangkat mobile.
Berbeda dengan alat keamanan konvensional, SecOps Agent hadir sebagai agen berbasis Agentic AI yang mampu bekerja secara otonom. Sistem ini dirancang untuk memantau, mengevaluasi, menalar, serta melaporkan ancaman seluler secara real time. Selain itu, agen ini juga dapat berinteraksi langsung dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan perusahaan, mulai dari tim keamanan siber, tim anti-penipuan, hingga manajemen risiko.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Menurut Appdome, kehadiran SecOps Agent menjawab tantangan utama industri saat ini. Volume, variasi, dan kecepatan serangan seluler meningkat drastis, sementara banyak tim keamanan masih bergantung pada analisis manual dan alat SecOps tradisional yang terbatas. Mureks mencatat bahwa kondisi ini menciptakan celah besar dalam pertahanan siber organisasi.
Menggabungkan Agentic AI dan Data Ancaman Global
CEO dan co-creator Appdome, Tom Tovar, menjelaskan bahwa perusahaannya saat ini mengelola kumpulan data penipuan seluler dan ancaman siber terbesar di dunia. Data tersebut berasal dari triliunan peristiwa ancaman bulanan yang dikumpulkan dari instalasi Appdome di berbagai negara.
“SecOps Agent membawa pembelajaran Agentic AI ke dalam miliaran sinyal ancaman. Agent ini mampu mengolah dan menganalisis data ancaman dalam hitungan detik, menjawab pertanyaan dari berbagai pemangku kepentingan, serta secara mandiri memberikan notifikasi dan insight baru secara real time,” ujar Tovar.
Dengan kemampuan penalaran otonom, SecOps Agent tidak hanya menampilkan data mentah. Teknologi ini juga menafsirkan tingkat keparahan, dampak bisnis, probabilitas serangan, tren, hingga tolok ukur industri. Hal ini memungkinkan organisasi memahami posisi risiko mereka secara lebih menyeluruh.
Menjawab Kompleksitas Ancaman Mobile Modern
Ancaman terhadap aplikasi seluler saat ini tidak lagi sederhana. Penipuan berbasis malware, deepfake identity fraud, rekayasa sosial, manipulasi perangkat, hingga penyalahgunaan API sering kali terjadi secara bersamaan dan lintas aplikasi, wilayah, versi sistem operasi, serta jenis perangkat. Kondisi tersebut membuat banyak tim mobile kesulitan mengorelasikan serangan dan menilai dampaknya terhadap bisnis.
Sebagian besar alat SecOps tradisional bahkan tidak memiliki akses ke data ancaman seluler yang komprehensif, atau hanya mengelola sinyal terbatas secara terpisah. SecOps Agent dirancang untuk mengatasi celah tersebut. Dengan mengintegrasikan Agentic AI ke dalam data build aplikasi dan aliran ancaman berkelanjutan Appdome, agen ini membangun pemahaman terpadu mengenai permukaan serangan aktif, pola serangan, serta postur pertahanan setiap aplikasi seluler, baik di sisi frontend maupun backend.
Analisis Risiko Berbasis Dampak Bisnis
Salah satu pembeda utama SecOps Agent adalah pendekatannya yang berfokus pada risiko bisnis, bukan sekadar peristiwa teknis. Agen ini memahami komposisi basis pengguna aplikasi, termasuk distribusi perangkat, sistem operasi, wilayah geografis, serta pola penggunaan. Dengan konteks tersebut, SecOps Agent dapat menghitung biaya per insiden, tingkat eksposur risiko, keparahan ancaman, hingga Mobile Risk Index™, sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur risiko organisasi dan transaksi dalam bisnis seluler.
“Alih-alih hanya melihat apa yang diserang, SecOps Agent membantu organisasi memahami apa arti serangan tersebut bagi bisnis mereka,” jelas Gil Hartman, Field CTO Appdome. Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan tim keamanan dan anti-penipuan memprioritaskan respons berdasarkan dampak nyata terhadap pendapatan, pengguna, dan reputasi merek.
Kolaborasi dan Interaksi Real Time
SecOps Agent juga dirancang sebagai alat kolaboratif di lingkungan perusahaan. Seluruh temuan AI dapat dibagikan, dikomentari, ditandai ke pengguna tertentu, atau didiskusikan lintas tim melalui platform Appdome. Tim analis bahkan dapat menantang hasil analisis, mengajukan skenario hipotetis, atau meminta penjelasan lanjutan langsung kepada agen melalui antarmuka bahasa alami.
Menurut Tamir Daniel, lead engineer SecOps Agent, pendekatan ini berbeda dari model AI generik. “Kami membangun konteks dinamis agar SecOps Agent dapat bernalar layaknya agen SecOps berpengalaman, bukan sekadar menjawab pertanyaan tanpa pemahaman mendalam,” ujarnya.
Keamanan AI Tingkat Enterprise
Menjawab kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data, Appdome menegaskan bahwa SecOps Agent beroperasi sepenuhnya di dalam lingkungan enterprise Appdome. Tidak ada data yang dikirim ke model AI publik, dan seluruh sinyal ancaman serta interaksi pengguna dilindungi oleh isolasi berbasis tenant. Appdome juga menerapkan kebijakan No-Learning dan No-Retention, memastikan data perusahaan tidak digunakan untuk pelatihan model AI. Pendekatan Context Engineering digunakan sebagai pengganti RAG generik, sehingga setiap insight AI bersumber dari telemetri ancaman yang telah diverifikasi.
Dengan hadirnya SecOps Agent, Appdome menargetkan perubahan cara organisasi mengelola risiko seluler, dari pendekatan reaktif dan manual, menjadi sistem pertahanan cerdas yang proaktif, kolaboratif, dan berbasis dampak bisnis.






