Pada perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2026, AMD Chair dan CEO Dr. Lisa Su memaparkan secara rinci portofolio produk kecerdasan buatan (AI) perusahaan serta kolaborasi industri yang mendalam. Paparan tersebut menunjukkan bagaimana janji AI diubah menjadi dampak nyata di dunia, dengan visi ‘AI Everywhere, for Everyone’.
Dalam pidato pembukaan, Dr. Su menggarisbawahi kolaborasi sebagai hal krusial. Ia menyatakan bahwa upaya membangun masa depan ketika AI menjadi tak terpisahkan bagi lima miliar pengguna pada tahun 2030, merupakan skala yang menuntut peningkatan kapasitas komputasi hingga seratus kali lipat selama lima tahun ke depan.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Visi Ambisius dan Infrastruktur Skala Yotta
Untuk mencapai target ambisius tersebut, AMD memperkenalkan cetak biru baru untuk membangun infrastruktur AI pada komputasi skala Yotta. Inisiatif ini bertujuan mempercepat ekspansi kapasitas komputasi global dari 100 zettaflops saat ini menjadi lebih dari 10 yottaflops dalam lima tahun mendatang.
Platform Helios Rack-Scale menjadi cetak biru untuk infrastruktur skala Yotta, menghadirkan kinerja hingga 3 AI exaflops dalam satu rak. Platform ini ditenagai oleh akselerator Instinct MI455X, CPU EPYC Venice, dan NIC Pensando Vulcano.
Peluncuran Portofolio AMD Instinct dan Ryzen AI
Dalam acara yang sama, AMD juga untuk pertama kalinya meluncurkan portofolio lengkap AMD Instinct MI400 Series, termasuk GPU AMD Instinct MI440X yang dirancang khusus untuk implementasi AI perusahaan on-premises.
Selain itu, mereka memberikan tinjauan awal pada GPU AMD Instinct MI500 Series generasi berikutnya, yang direncanakan meluncur pada tahun 2027. Seri MI500 ini diperkirakan akan memberikan peningkatan kinerja AI hingga 1.000 kali lipat dibandingkan dengan GPU AMD Instinct MI300X yang diperkenalkan pada tahun 2023.
Tidak hanya di segmen data center, AMD juga memperkenalkan produk-produk baru untuk memperluas portofolio AI PC. Dimulai dengan platform AMD Ryzen AI 400 Series dan Ryzen AI Pro 400 Series generasi berikutnya, yang menghadirkan NPU 60 TOPS, efisiensi yang ditingkatkan, dan dukungan ROCm penuh untuk penskalaan AI cloud-to-client yang mulus.
Sistem pertama yang menggunakan platform ini akan dikirimkan pada Januari 2026, dengan ketersediaan OEM yang lebih luas pada kuartal pertama 2026. Jajaran produk juga diperluas dengan Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388, yang mendukung model hingga 128-miliar-parameter dengan memori terpadu 128GB. Untuk para pengembang, Ryzen AI Halo Developer Platform diharapkan tersedia pada kuartal kedua 2026.
Komitmen terhadap Edukasi dan Kolaborasi Pemerintah
Di samping itu, AMD meluncurkan prosesor embedded Ryzen AI, yaitu P100 dan X100 Series. Prosesor ini dirancang untuk memberdayakan aplikasi berbasis AI di edge dalam sektor-sektor krusial seperti kokpit digital otomotif, layanan kesehatan cerdas, hingga robotika humanoida.
Dr. Lisa Su juga didampingi oleh Michael Kratsios, Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, untuk membahas peran AMD dalam Misi Genesis pemerintah AS. Mureks mencatat bahwa kolaborasi ini menunjukkan komitmen AMD dalam mendukung inisiatif strategis pemerintah.
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperluas akses ke pendidikan AI, AMD mengumumkan sumbangan sebesar USD150 juta untuk membawa AI ke lebih banyak ruang kelas dan komunitas. Acara utama ditutup dengan penghargaan kepada lebih dari 15.000 inovator pelajar yang berpartisipasi dalam AMD AI Robotics Hackathon.




