Olahraga

5 Pelatih Manchester United dengan Rasio Kemenangan Terendah di Era Premier League Pasca-Ferguson

Manchester United (MU) dikenal sebagai klub tersukses dalam sejarah English Premier League (EPL) dengan koleksi 13 gelar juara sejak musim 1992/1993. Kejayaan tersebut tak lepas dari peran sentral Sir Alex Ferguson yang menukangi The Red Devils selama bertahun-tahun.

Namun, pasca-pensiunnya Ferguson pada akhir musim 2012/2013, Manchester United menghadapi periode sulit. Hingga Januari 2026, setidaknya sepuluh pelatih telah berganti kursi manajer, namun belum ada satu pun yang mampu menyamai kesuksesan Ferguson. Sebagian dari mereka bahkan mencatatkan rasio kemenangan terburuk di EPL.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Minimnya prestasi dan buruknya performa kerap menjadi alasan di balik singkatnya masa jabatan para pelatih tersebut, meskipun beberapa di antaranya datang dengan reputasi mentereng dari klub-klub sebelumnya. Mureks mencatat bahwa fenomena ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi manajemen MU dalam mencari identitas pasca-Ferguson.

Dilansir dari data Opta, berikut adalah lima pelatih Manchester United dengan rasio kemenangan terendah di EPL:

Ole Gunnar Solksjaer: Rasio Kemenangan 51,4 Persen

Ole Gunnar Solksjaer awalnya didatangkan sebagai pelatih interim pada November 2019, menyusul pemecatan Jose Mourinho. Sosok mantan striker MU ini awalnya tidak diperhitungkan sebagai pelatih papan atas. Namun, Solksjaer berhasil memperbaiki performa MU di EPL dengan menorehkan 12 kemenangan beruntun.

Keberhasilan tersebut membuatnya dipermanenkan sebagai manajer pada musim panas 2019. Solksjaer sempat mengantarkan Manchester United finis sebagai runner-up EPL pada musim 2020/2021. Sayangnya, ia gagal mengulang prestasi tersebut pada musim 2021/2022. MU mengalami inkonsistensi performa dalam 12 pekan pertama EPL 2021/2022, yang berujung pada pemecatannya setelah MU kalah 1-4 dari Watford pada 20 November 2021. Secara keseluruhan, pelatih asal Norwegia itu mengukir rekor rasio kemenangan 51,4 persen dari 56 kemenangan, 29 hasil imbang, dan 24 kekalahan dalam 109 pertandingan.

Louis van Gaal: Rasio Kemenangan 51,3 Persen

Louis van Gaal tiba di Manchester United dengan segudang pengalaman sebagai manajer. Ia memiliki rekam jejak impresif, termasuk menjuarai Liga Champions Eropa (UCL) bersama Ajax Amsterdam, LaLiga Spanyol dengan Barcelona, dan 1 Bundesliga Jerman saat menangani Bayern Muenchen. Meski demikian, van Gaal mencatatkan performa yang kurang impresif di EPL selama melatih MU.

Ia mencatat rasio kemenangan 51,3 persen, hasil dari 39 kemenangan, 19 hasil imbang, dan 18 kekalahan dalam 76 pertandingan. Van Gaal sempat membawa MU finis di peringkat keempat klasemen akhir EPL 2014/2015 dan menjuarai Piala FA 2015/2016. Namun, hubungannya dengan para pemain dan petinggi MU dikabarkan kurang harmonis, sehingga ia dipecat pada akhir musim 2015/2016.

David Moyes: Rasio Kemenangan 50 Persen

David Moyes menjadi pelatih pertama yang menangani Manchester United setelah Sir Alex Ferguson pensiun pada musim panas 2013. Ia bahkan direkomendasikan langsung oleh Ferguson untuk mengisi posisi manajer MU pada musim 2013/2014. Awalnya, Moyes menghadirkan optimisme setelah meraih gelar juara Community Shield 2013.

Namun, performa The Red Devils inkonsisten di EPL, membuat mereka keluar dari persaingan perebutan gelar juara. MU di bawah asuhan Moyes bahkan kesulitan untuk masuk zona empat besar EPL. Akibatnya, ia dipecat pada April 2014. Moyes memang mengukir 50 persen rasio kemenangan dalam 34 laga EPL 2013/2014, namun secara perinci, MU menelan 11 kekalahan, 6 hasil imbang, dan hanya 17 kemenangan.

Ralf Rangnick: Rasio Kemenangan 41,7 Persen

Ralf Rangnick sempat menangani Manchester United sebagai pelatih interim pada Desember 2021. Kehadirannya membawa antusiasme di kalangan pendukung MU, sebab ia dikenal sebagai sosok di balik filosofi gegenpressing yang diterapkan oleh pelatih top Jerman seperti Juergen Klopp, Thomas Tuchel, dan Julian Nagelsmann.

Namun, performa MU justru memburuk di bawah kepemimpinannya. Rangnick mencatat rasio kemenangan di EPL mencapai 41,7 persen. Secara perinci, ia hanya meraih 10 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 7 kekalahan dalam 24 laga EPL.

Ruben Amorim: Rasio Kemenangan 31,9 Persen

Ruben Amorim ditunjuk melatih Manchester United menggantikan Erik ten Hag pada November 2024. Ia diharapkan mampu membawa perubahan bagi performa MU yang inkonsisten di bawah Ten Hag. Amorim memiliki reputasi sebagai pelatih muda potensial setelah membawa Sporting CP tampil impresif dalam empat tahun terakhir.

Sayangnya, sistem permainan tiga bek dengan mengedepankan transisi cepat yang ia terapkan gagal mengangkat MU ke papan atas EPL. Ditambah lagi, Amorim kerap memberikan pernyataan kontroversial baik dalam sesi wawancara maupun konferensi pers. Kombinasi antara performa buruk di lapangan dan konflik internal dengan petinggi klub membuatnya dipecat dari posisi pelatih MU. Amorim menjadi pelatih MU dengan rasio kemenangan terendah, yakni 31,9 persen.

Kelima pelatih Manchester United di atas terbukti gagal mendekati prestasi gemilang yang telah diukir Sir Alex Ferguson. Perbedaan filosofi permainan yang mereka bawa juga mengindikasikan bahwa manajemen MU masih belum menemukan identitas dan filosofi permainan yang konsisten untuk proyek jangka pendek, menengah, maupun panjang klub.

Mureks