Percepatan Penurunan Stunting, DPPKB Laksanakan Rembuk Stunting Periode II Tingkat Kota Lubuklinggau

oleh
oleh
Foto Bersama Wakil Wali Kota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, dan pejabat yang hadiri usai Pembukaan Rembuk Stunting Tingkat Kota Lubuklinggau 2023, Rabu 26 Juli 2023.
Foto Bersama Wakil Wali Kota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, dan pejabat yang hadiri usai Pembukaan Rembuk Stunting Tingkat Kota Lubuklinggau 2023, Rabu 26 Juli 2023.

MUREKS.CO.ID – Percepatan penurunan stunting, rembuk stunting tingkat Kota Lubuklinggau dibuka Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar di Auditorium Bukit Sulap Lantai 5 Kantor Wali Kota Lubuklinggau, Rabu 26 Juli 2023.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan prioritas sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurun Stunting dan Peraturan Kepala BKKBN RI Nomor: 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia tahun 2021-2024.

Menurut Wawako, berdasarkan Keputusan Menteri Percepatan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nomor: KEP/10/M.PPN/HK/02/2021 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota, Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegritas, untuk Kota Lubuklinggau ditetapkan sebagai lokus stunting pada 2022.

Sebagai komitmen dalam percepatan penuruan stunting lanjutnya Pemkot Lubuklinggau menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota Lubuklinggau Nomor : 83/KPTS/BAPPEDALITBANG/l/2022 tentang Tim Percepatan Penuruan Stunting Tahun 2022.

Kepala DPPKB Kota Lubuklinggau, Henny Fitrianty menyampaikan sambutan pada rembuk stunting tingkat Kota Lubuklinggau
Kepala DPPKB Kota Lubuklinggau, Henny Fitrianty menyampaikan sambutan pada rembuk stunting tingkat Kota Lubuklinggau

Dalam Rakernas 2022 lalu, Presiden Joko Widodo memaparkan bahwa angka stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan diangka 21,8 persen. Stunting tidak hanya melambatkan perkembangan fisik bayi, tetapi kemampuan mental juga.

Dampak stunting bukan hanya urusan tinggi badan tetapi yang paling berbahaya adalah rendah kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk kedalam tubuh anak.

Untuk itu Indonesia menargetkan harus bebas stunting secepat mungkin dan harus ditekan hingga 14 persen.

Berdasarkan hasil survei terhadap status gizi balita, Lubuklinggau merupakan kota dengan angka prevalensi stunting kedua terendah di Provinsi Sumsel dengan penurunan sebesar 11,1 persen dari 22,8 persen menjadi 11,7 persen.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Medi Heryanto menyampaikan capaian penurun stunting di Kota Lubuklinggau luar biasa termasuk peringkat ketiga tertinggi di Provinsi Sumsel.

 

DAPATKAN INFORMASI LAINNYA DI GOOLGE NEWS