Pasien Terapi Bisa Gunakan BPJS Kesehatan, Begini Syaratnya

oleh
oleh
Petugas beralasan si pasien sudah satu bulan tidak terapi, sehingga tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan bisa digunakan untuk berobat terapi

 MUREKS.CO.ID – Mencuat persoalan keluarga pasien yang akan menjalani pengobatan terapi okupasi anaknya menggunakan jaminan JKN ditolak petugas Rumah Sakit di Lubuklinggau. Petugas beralasan si pasien sudah satu bulan tidak terapi, sehingga tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Yunita Ibnu, menjelaskan bahwa terapi okupasi dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga :Keluarga Pasien Terapi RS AR Bunda Kecewa, Tidak Bisa Pakai BPJS Kesehatan,  Ini Alasannya

“Untuk masyarakat jangan khawatir ditolak, karena terapi ini dijamin BPJS Kesehatan jika sesuai prosedur dan memiliki rujukan dari dokter spesialis rehabilitasi medik,” jelas Yunita, kepada LINGGAUPOS.CO.ID, Rabu 26 Juli 2023.

Yunita menyampaikan, rujukan terapi okupasi dapat diperoleh setelah adanya pemeriksaan dan diagnosa medis mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ke dokter spesialis anak dan dokter spesialis rehabilitasi medik.

Setelahnya pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan dapat dibawa ke klinik yang melayani terapi okupasi di rumah sakit tersebut untuk mendapatkan terapi lanjutan.

Baca Juga :Kisah Cerita Rakyat Asal Mula Dusun Tuah Negeri Musi Rawas, Si Kumbang Bantu Usir Belanda (2-Tamat)

“Perlu di ingat bahwa, rujukan terapi okupasi memiliki masa berlaku selama 90 hari. Sehingga apabila sudah melewati 90 hari peserta memulai kembali alur pelayanan dari FKTP”, jelas Yunita.

Selanjutnya, apabila Peserta BPJS Kesehatan ditolak setelah mengantongi rujukan, Yunita menghimbau peserta untuk dapat langsung melaporkan ke BPJS Kesehatan.

“Untuk pelaporan dapat dilakukan melalui petugas BPJS Satu, Call Center 165, Kantor BPJS Kesehatan terdekat, dan Aplikasi Mobile JKN,” tutupnya.(*)