Waspada, Sudah Ditemukan Kasus Monkeypox

oleh
oleh

JAKARTA, MUREKS.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memastikan bahwa Indonesia belum ada kasus monkeypox atau cacar monyet, namun di sejumlah negara seperti Singapura sudah ditemukan kasusnya. Meski demikian, kewaspadaan terus dilakukan karena badan kesehatan dunia (WHO) mengumumkan penyakit ini merupakan public health emergency of international concern (PHEIC).

Sikap antisipatif pemerintah menghadapi kasus cacar monyet itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dia mengatakan laporan terkini dari Kemenkes menyebutkan belum ada bukti kasus cacar monyet di Indonesia.
’’Tetapi pemerintah tetap melakukan antisipasi,’’ kata Ma’ruf usai mengikuti kegiatan G20 Seminar Series bertema Syariah and Green Finance for Energy Transition Financing Solution di Jakarta Rabu (27/7).

BACA JUGA : Ini Foto Jenazah Brigadir J Saat Otopsi,  Keluarga : Sedih Nian Lah Kami Nak

Ma’ruf menjelaskan WHO sudah menetapkan bahwa penyakit cacar monyet itu menjadi bahaya global. Untuk itu dia menekankan pemerintah Indonesia berupaya melakukan antisipasi. Sehingga jangan sampai kasus cacar monyet itu merebak di Indonesia. Seperti kasus Covid-19 yang sebelumnya juga berasal dari luar negeri.

Secara internasional dilaporkan ada 17.156 kasus monkeypox. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohamad Syahril menyatakan  ada 75 negara yang melaporkan adanya kasus ini. Salah satu negara itu adalah Singapura dan Australia. ”99,5 persen pasiennya adalah laki-laki. Ada yang memiliki riwayat status HIV positif,” ujarnya kemarin (26/7). Dari jumlah kasus tersebut, lima orang mengalami kematian karena penyakit ini.

“Alhamdulillah sejak diumumkan kasus di Inggris, sekarang belum ada probable,” tuturnya.

Sebelumnya ada  sembilan orang yang dinyatakan suspect. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, maka status suspectnya dicabut. Apalagi setelah adanya whole genome sequencing tidak terdeteksi virus monkeypox. Namun sebagai kewaspadaan, Syahril menyarankan agar cacar air bisa diperiksa lebih lanjut.

BACA JUGA : Mau Tahu 10 Universitas dengan Jurusan Manajemen Terbaik di Indonesia? Berikut Daftarnya

Plt Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Endang Budi Hastuti pada kesempatan yang sama menyatakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) tetap dipantau. Skriningnya lewat pemantauan suhu.

“Hampir mirip dengan Covid-19,” bebernya.

Jika ada yang mencurigakan maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bagi maskapai pun diminta untuk mengumumkan kepada penumpangnya agar melakukan self assessment.

BACA JUGA : Siap-siap! Per 1 Agustus, Mobil Ini Dilarang Isi Pertalite

Penemuan kasus monkeypox di Singapura, membuat kekhawatiran penyakit itu masuk ke Indonesia. Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Tropis dan Penyakit Infeksi Indonesia dr. Adityo Susilo, SpPD menuturkan masyarakat juga perlu mewaspadai terhadap kemungkinan masuknya virus ini ke Indonesia. Risiko fatalitas cacar monyet ini dikatakan lebih tinggi pada kelompok anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan imunitas rendah.

“Penularan antar manusia, diduga dapat terjadi sebagai akibat dari kontak erat dengan pasien yang terinfeksi secara langsung melalui paparan terhadap sekresi saluran napas yang terinfeksi, kontak dengan lesi kulit pasien secara langsung, maupun berkontak dengan objek yang telah tercemar oleh cairan tubuh pasien,” tuturnya.

Cara penularan lainnya adalah  transmisi secara vertikal dari ibu ke janin melalui plasenta juga dimungkinkan.

Ketua Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI dr Agus Dwi Susanto SpP(K) mengatakan bahwa pemahaman terhadap infeksi cacar monyet dan kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat mencegah penyebaran di Indonesia. Agus juga meminta tenaga kesehatan yang menemukan gejala cacar monyet pada pasien agar segera melakukan tindak lanjut dengan tes PCR.

“Segera melaporkan ke dinas kesehatan Setempat agar bisa segera dilakukan surveilans dan tindakan lebih lanjut,” katanya.

BACA JUGA : SD Negeri Ini Tak Dapat Siswa Baru Sama Sekali

Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tjandra Yoga Aditama mengatakan menghadapi potensi ancaman penyakit cacar monyet tersebut, perlu meningkatkan kewaspadaan nasional.

Tjandra mengatakan deklarasi PHEIC oleh WHO pada penyakit cacar monyet itu bukan semata-mata untuk penyakitnya. Karena penyakit cacar monyet ini sudah ada sejak 1958 silam.

’’Berbeda dengan Covid-19 yang benar-benar penyakit baru,’’ tuturnya. Dia mengatakan status PHEIC untuk cacar monyet adalah multi country outbreak of monkeypox. (lyn/wan/jpn/*)

Editor : Panca Riatno