Kemenag Jatim Ungkap Fakta Baru Anak Kiai Jombang Mas Bechi

oleh
oleh

SIDOARJO, MUREKS.CO.ID – Kemenag Jawa Timur (Jatim) membeberkan fakta terbaru mengenai jabatan anak kiai Jombang Mochamad Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi di Pesantren Shiddiqiyyah. Disebutkan, Mas Bechi di lingkungan pesantren tak memiliki peran sebagai tenaga pengajar. Pelaku pencabulan santriwati itu berposisi sebagai pengasuh.

“Tersangka ini pengasuh atau wakil rektor, tetapi dia tidak mengajar,” kata Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jawa Timur Mohammad As’adul Anam, Kamis (14/7).

BACA JUGA : BBM Pertamina Resmi Naik! Berikut Harga Terbaru di SPBU RI

Terkait perbuatan pelaku terhadap para korban, Anam menyebut hal itu bisa dilakukannya lantaran posisinya di pesantren yang memungkinkan menjalin kedekatan dengan santrinya.

“(Mas Bechi, red) punya cara (menjalin, red) kedekatan dengan mereka,” ujarnya.

Dari pengungkapan itu, fakta terbaru tentang korban yang merupakan santri bukanlah santri aktif atau sudah lulus dari pendidikan kesetaraan pondok pesantren salafiyah (PKPPS).

BACA JUGA : Tipu Warga Bengkulu, Penjual Hewan Kurban Serahkan Diri ke Polisi

“Kelima korban bukan merupakan santri PKPPS. Di situ (Pesantren Shiddiqiyyah) banyak kegiatan. Contohnya, kiai mengadakan kegiatan majelis taklim dan rumah sakit. Disinyalir mereka yang di situ adalah yang mau masuk kerja,” bebernya.

Polda Jatim telah melimpahkan Mas Bechi ke Kejaksaan Tinggi Jatim pada Jumat (8/7). Kemenag Jatim membeberkan fakta terbaru fakta terbaru mengenai posisi anak kiai Jombang, Mas Bechi di Ponpes Shiddiqiyah.

BACA JUGA : Kapolda Jambi Janji Kirim Petugas Trauma Healing ke Keluarga Yosua

“Pukul 09.30 WIB secara administrasi kami sudah menyerahkan tahap dua tersangka (MSAT) dan barang bukti,” kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto di Rutan Medaeng, Sidoarjo.

Setelah menyerahkan diri, proses peradilan dilakukan oleh Kejaksaan dan jaksa penuntut umum (JPU). “Diterima langsung oleh JPU sekaligus disampaikan oleh Aspidum (Kejati Jatim) dan Pak Kajari Jombang,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan, jumlah korban cabul Mas Bechi mencapai lima orang. “Korban jumlahnya lima,” tutur Totok. (jpnn/*)