Oknum Guru Ngaji Cabul Dihukum 11 Tahun Penjara

oleh
oleh

MUREKS.CO.ID – Oknum guru ngaji, Sudarto (31) warga Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II divonis 11 tahun penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau.Selain itu majelis hakim juga menjatuhkan hukuman,  denda Rp 60 juta, subsider dua bulan. Demikian terungkap dalam sidang di PN Lubuklinggau, Selasa (27/6/2022).

Sudarto dihukum seberat itu, terkait kasus sodomi terhadap muridnya inisial MAZ.

Sidang secara zoom meeting ini dipimpin Majelis Hakim Yulia Marhaena, didampingi Hakim Anggota Tyas Listiani dan Amir Rizki Apriadi serta Panitera Pengganti (PP) Armen.

Sementara terdakwa mengikuti sidang di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau yang didampingi penasihat hukum Posbakum PN Lubuklinggau, Febri Habibi Asril.

Majelis Hakim Yulia Marhaena menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah menyakinkan menurut hukum  bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Tepatnya melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU RI  jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dalam dakwaan tunggal.

Yulia Marhaena menegaskan, hal yang memberatkan, perbuatan Terdakwa oknum guru ngaji yang dinggap cabul, Sudarto meresahkan masyarakat, dan membuat korban trauma. Sedangkan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

Ketua Majelis Hakim  Yulia Marhaena lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut. Terdakwa  menyatakan terima.

Sementara JPU saat ditanya hakim juga nyatakan terima, karena sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 11 tahun penjara.

Terdakwa diamankan Minggu 12 Desember 2021 sekira pukul 08.00 WIB di rumah korban, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Awal penangkapannya, hari itu jadwal terdakwa mengajar ngaji korban. Di rumah, hanya ada korban dan ayahnya.

Saat terdakwa mulai mengajar ngaji korban,  lima menit kemudian ayah korban berkata pada terdakwa.

“Ustad saya mau pergi dulu ke tempat nenek  korban.”  “Iya,” jawab terdakwa.

Lalu terdakwa mencuci muka dikran air  depan rumah korban sambil melihat situasi, setelah ayah  korban pergi, dan situasi sudah aman terdakwa masuk ke  rumah langsung mendekati anak korban dan mulai mensodomi korban.

Saat melancarkan aksinya, terdakwa terkejut tiba-tiba di rumah tersebut ada keluarga korban inisial S  yang memang disuruh oleh ayah anak korban untuk mengintip perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap anak korban.

Selanjutnya terdakwa diserahkan ke Polres Lubuklinggau. Aksi tak senonoh terhadap korban sudah dilakukan terdakwa lebih kurang 20 kali.

Diantaranya pada Agustus tahun 2018 sekira pukul 09.00 WIB  di kontrakan terdakwa. Lalu tahun 2019 sekira pukul 11.00 WIB,  kejadian di rumah korban.

Saat melancarkan aksinya, kala itu korban ingat terdakwa bilang  “Jangan ngomong dengan siapo-siapo.”

19 Juni 2021 sekira pukul 08.30 WIB, saat itu korban diantar oleh orang tuanya ke rumah terdakwa di Jalan Amula Rahayu RT  02 Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II korban juga disodomi.

Lanjut Sabtu 11 Desember 2021 sekira pukul 08.30 WIB terdakwa kembali mensodomi korban. Akibat perbuatan terdakwa, korban sakit pada bagian anus, merasa ketakutan, dan trauma. (adi/lipos.online)