Keberatan Terkait Pemberitaan, Kadisdukcapil Klarifikasi

oleh
oleh

LUBUKLINGGAU – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Lubuklinggau, HM Hidayat Zaini mengaku keberatan dengan adanya salah satu pemberitaan. Hal ini dianggap bisa mencemarkan nama baik instansi Disdukcapil.

Pemberitaannya jelas Dayat sapaan akrabnya ini, soal dugaan pelecehan melalui pesan whatasapp (Wa), oleh oknum honorer Disdukcapil, terhadap seorang wanita yang sebelumnya datang ke kantor mereka untuk melakukan perekaman e-KTP.

Dayat ingin memberikan penjelasan, untuk diketahui publik kejadian yang sebenarnya dan tidka terjadi kesalahpahaman.

Dayat membenarkan, jika yang bersangkutan merupakan oknum honorer di Disdukcapil. Atas pemberitaan ini, Ia selaku pimpinan sudah memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi terkait hal ini.

“Menurut keterangan pegawai kami inisial MN, kejadiannya tidak se-vulgar seperti yang diberitakan,” jelasnya.

Yang kedua, ia ingin menggaris bawahi jika pegawainya tersebut sudah memberikan pelayanan perekaman dan pembuatan KTP sesuai prosedur atau SOP yang berlaku.

“Terkait chating di WA itu di luar jam kerja,” tambahnya.

Dia menceritakan, kejadian bermula pada Rabu (1/12) Desember lalu, ada seorang wanita datang ke kantor Disdukcapil untuk membuat KTP. Kemudian oleh petugas, saat itu adalah MN diberikan pelayanan sebagai mana mestinya.

Kemudian MN memang meminta nomor HP agar bisa menyamoaikan kabar jika nantinya KTP selesai dicetak.

“Entah bagaimana, oleh pegawai kami MN ini melakukan chating dan juga sempat vidio call via WA dengan si wanita tadi,” ungkapnya.

Kemudian malam itu juga, pegawai tersebut mendapat telephone dari nomor yang berbeda, mengaku suami dari wanita tersebut.

“Lewat telphone tadi si laki-laki yang mengaku suami tadi marah-marah. Kemudian pegawai kami sudah minta maaf saat itu juga. Sebab pegawai kami tidak tahu kalau wanita tersebut punya suami, karena saat membuat KTP mengaku masih gadis,” jelasnya.

Senin (6/12), keluar berita menyebutkan oknum pegawai Disdukcapil melakukan pelecehan.

“Sejauh ini belum ada sanksi yang kita berikan, karena dia dalam bekerja sesuai prosedur. Kita juga tentunya menghormati azas praduga tak bersalah. Terkait persoalan yang dihadapi pegawai kita ini tentunya itu ranah pribadi. Saya sudah meminta MN untuk saat ini segera menyelesaikan masalahnya itu,” tegasnya. (rls)