Realisasi PKB Kota Lubuklinggau Over Target, Sementara BBNKB Baru Capai 96,61 Persen

oleh
oleh

Realisasi PKB Kota LUBUKLINGGAU – Kendati tahun 2021 belum berakhir, Namun realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kota Lubuklinggau secara keseluruhan sudah memenuhi target bahkan over target yakni 100,81 persen.

Sedangkan retribusi Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), baru mencapai 96 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Samsat Kota Lubuklinggau, Addi Ramdhoni didampingi Kaba TU, Herianto, Jum’at (03/12/2021).

Addi Ramdhoni menjelaskan, Untuk target PKB dan BBNKB Kota Lubuklinggau tahun 2021 sebesar Rp. 54, 317 juta, Dan berdasarkan jumlah pajak yang diterima per tanggal 30 November 2021, target PKB Rp. 29 M, 336 juta, realisasi Rp. 29,574 juta.

“Bersyukur, walaupun masa akhir pembayaran masih hampir satu bulan, untuk realisasi PKB, Namun pertanggal 30 November 20201 lalu, sudah melebihi target yakni mencapai 100,81 persen,” Ungkapnya.

Namun, Lanjut Addi Ramdhoni untuk realisasi BBKB, dari target Rp. 24,959 juta, baru mencapai Rp. 23, 968 juta, atau masih 96,61 persen.” Mengingat waktu masih kurang satu bulan ini, kita optimis kekurangan yang 4 persen dapat tercapai, Mudah-mudahan bisa over juga sama seperti PKB,” Harap dia.

Disinggung mengenai program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berupa keringanan pajak tahun 2021, atau yang lebih dikenal dengan pemutihan yang berakhir 31 Desember 2021.

Addi Ramdhoni yang sudah menjabat Kepala Samsat sejak Maret 2018 Ini menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini, karena dengan adanya program ini masyarakat pemilik kendaraan tidak perlu membayar bunga dan denda PKB, BBNKB begitu juga sanksi administrasi dihilangkan.

“Guna suksesnya program ini, tim kita sudah melakukan sosialisasi taat pajak di tiap kecamatan, dengan nimbrung atau menghadiri langsung apabila ada kegiatan kecamatan yang mengundang masyarakat,”Beber dia. yang mengaku selain sosial taat pajak, dalam pelayanan pihaknya menyiapkan empat titik pelayanan.

Dari pantauan awak media di Kantor Samsat Kota Lubuklinggau, masyarakat masih lemah dalam menjalankan protokol kesehatan Copid-19. Hal itu tampak dari kerumunan di tempat duduk, dimana masyarakat tidak memberi jarak, padahal pihak Samsat sudah memberi tanda silang di kursi tersebut.

Begitu juga akan penerapan program peduli lindungi, tidak ada masyarakat yang melakukan scanning barcode atau menunjukkan kartu vaksin di kantor Samsat.(Dod)