Mediasi Masih Alot, Pertandingan Cabor Bulutangkis Dipastikan Tertunda

oleh
oleh

OKU – Pertandingan Cabang Olahraga Bulutangkis pada ajang Porprov ke XIII Sumsel di Kabupaten OKU raya yang seharusnya di pertandingan pada 23 November, dipastikan tak terlaksana.

q

Pasalnya hingga Selasa pukul 16.00 WIB mediasi yang dilakukan 12 Pengcab dari kabupaten Kota yang menolak kehadiran Atlet dari propinsi di luar Sumsel dan panitia propinsi belum menemukan titik terang.

Dibincangi okes.co.id, Ya’kub Alexsander, Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi KONI OKU, mengatakan, pelaksanaan pertandingan Cabor Bulutangkis Porprov terpaksa ditunda. Namun ia sendiri juga belum bisa memastikan hingga kapan. Pasalnya, masih terjadi perdebatan di antara 12 pengcab Kabupaten/Kota dan KONI masih alot.

“Karna ada beberapa teknis yang belum ada titik temu dari 12 kabupaten/kota dengan panitia dari propinsi. Sampai sore ini masih mediasi dan sepertinya alot,” ucap Alexander.

Diionfirmasi terkait adanya protes dari 12 kabupaten kota, lantaran adanya pemain luar Sumsel yang jelasnya lebih tinggi dari Porprov, Dirinya belum bisa memastikan hal itu.

“Kalau protes lantaran ada pemain lain luar kabupaten. Di Sumsel memang ada. Namun kalau pemain yang kastanya lebih tinggi itu masih belum jelas,” ungkapnya.

Masih kata Alexander, mediasi yang di lakukan 12 kabupaten kota kemungkinan bisa sampai malam hari. Hasilnya pun bisa saja belum bisa di prediksi. Apakah pertandingan akan di lanjutkan atau malah di batalkan.

“Mudah – mudahan malam ini sudah ada keputusan. Meski kita tak tahu apa keputusannya. Kemungkinan terpuruknya adalah di batalkan. Namun kita berharap soga saja pertandingan masih bisa di lanjutkan,” katanya lagi.

Dijelaskan Alex, syarat untuk melanjutkan pertandingan adalah minimal di ikuti oleh 6 Kabupaten kota. Sementara untuk cabor bulutangkis sendiri hanya diikuti 16 kabupaten/kota.

“Yang ikut ada 16 kabupaten kota. 12 di antaranya sudah tidak setuju untuk melanjutkan. Artinya hanya ada 4 sisanya yang setuju. Ini tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan pertandingan. Makanya mediasi masih terus di lakukan agar Pertandingan bisa lanjut,” jelasnya.

Menurut Alex, jika kemungkinan Terburuk terjadi, banyak kerugian yang akan di tanggung Kabupaten OKU. Bukan hanya materi namun juga secara perolehan medali juga akan di rugikan.

“Bulutangkis ini merupakan salah satu cabor yang di tunggu – tunggu, terus terang kita KONI OKU juga kecewa jika Sampai di batalkan. Ya semoga saja nanti ada titik terang nya sehingga tidak banyak yang di rugikan,” pungkasnya.