Siap Bersinergi Sukseskan Program Bupati

oleh
oleh

MEGANG SAKTI-Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Kecamatan Megang Sakti sangat disambut baik oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat di Megang Sakti.

Bahkan, FPK Kecamatan nantinya, siap untuk bersinergi menyukseskan sembilan program unggulan Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud dan Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti.

Hal terlihat dalam sosialiasi dan pemahaman tentang peran FPK di kalangan generasi muda serta tokoh masyarakat dalam rangka menciptakan kerukunan, kedaimaian dan mewujudkan Musi Rawas Mantab yang dilaksanakan Kantor Megang Sakti, Senin (22/11).

“Dengan adanya FPK kecamatan yang selama ini pembauran, kerukunan dimasyarakat sudah baik, maka akan semakin baik dan terus ditingkatkan,” ujar Sahril Tokoh Adat, Desa Campursari saat acara tanya jawab.

Lanjut ia, pembauran yang ada di masyarakat khususnya di desanya sudah terjalin dengan baik, bahkan tidak pernah terjadi konflik. Saat ini, masyarakat di desanya yang terdiri dari suku jawa, bali, dusun dan lainya, mempunyai program santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Dimana dalam pengumpulan dana dilaksanakan setiap kali ada warga yang hajatan.

“Tahun ini sudah terkumpul Rp20 an juta, tahun lalu tembus Rp40 an juta. Pembauran memang sudah baik, hadirnya FPK ini akan semakin memupuk rasa kerukunan di masyarakat. Kami juga siap untuk menyukseskan progam-program Bupati Musi Rawas saat ini,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua FPK Mura, Thamrin Hasan menyampaikan, FPK bertujuan untuk mempersatukan seluruh elemen-elemen di lapisan masyarakat antar suku, ras, suku adat dan lainya termasuk antar agama.

Lanjut ia, FPK dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah mengamanatkan pembentukan FPK yang dibentuk di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.

“Untuk di Kabupaten Mura, ketua pembina FPK Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, ditingkat kecamatan ada camat dan sekcam, begitu juga ditingkat desa kelurahan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk kepengurusan tingkat kecamatan dan desa, akan melibatkan perwakilan antar suku seperti jawa, batak, dusun, sunda dan seterusnya. FPK juga sebagai wadah, untuk mempersatukan semua elemen dimasyarakat dan menciptakan kedamaian dan pembauran antar suku, etnis dan budaya.

“Kita satukan suara, sehingga memperkecil atau sampai mentiadakan perbedaan suku etnis dan sebagainya. Tugas kita menciptakan keamanan dimasyarakat secara kondusif, sehinga tidak ada konflik atau zero konflik,” imbuhnya.

Ia menegaskan, Bupati Mura, Hj Ratna Machmud dan Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti mempunyai sembilan program pokok. “Tugas kita harus mengawasi, membantu dan mensupport program bupati, bukan hanya mengkritisi. Kita juga harus tahu sembilan program pokok ini dalam satu priode, tidak bisa satu tahun selesai. Karena harus didukung sengan dana yang ada, apalah artinya program kalau dana tidak tersedia, maka tidak mungkin bisa dijalankan,” pungkasnya.

Hadir juga dalam sosialisasi tersebut, Sekertaris Badan Kesbangpol Mura, Imam Musadar, Kabid Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Efridal, Camat Megang Sakti Joni Rusalek dan Pengurus FPK Kabupaten Mura. (jul)