Warga Keluhkan Pengerjaan Peningkatan Jalan Poros Desa Mandi Angin-Aringin Berlumpur

oleh
oleh

MURATARA – Pengerjaan peningkatan jalan poros Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir-Desa Aringin Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara dikeluhkan pengendara. Pembangunan jalan itu menggunakan APBD Muratara tahun 2021 senilai Rp1,9 miliar lebih dikerjakan CV Hadi Karya.

Pasalnya kondisi jalan tersebut berlumpur, sehingga membuat pengendara ekstra berhati hati karena jalan tersebut berlumpur. Dengan kondisi jalan yang berlumpur membuat ratusan kendaraan terjebak macet.

Sejatinya selama pengerjaan itu harus ada pekerja pengatur jalan, apalagi itu merupakan akses jalan satu satunya penghubung Kecamatan Rawas Ilir-Kecamatan Karang Dapo. Akan tetapi sangat disayangkan pekerja pengatur jalan tidak ada.

Aliseman (40) salah satu sopir mobil mengatakan bahwa  akses jalan ini hanya dibuka satu jalur, sehingga membuat pengendara susah untuk lewat.

Ditambah lagi kondisi jalan yang berlumpur, membuat para sopir harus berhati hati dan jika tidak bisa saja mengakibatkan kecelakaan tunggal.

“Kondisi jalan ini berlumpur dan licin membuat para sopir harus berhati hati saat melintas dijalan tersebut,”ujarnya, kemarin.

Ia menyayangkan pengerjaan jalan itu tidak ada pekerja pengatur jalan dan seharusnya ada, agar tidak terjadi kemacetan.

“Kondisi jalan yang menikung, sehingga membuat kemacetan yang panjang,”katanya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan solusi agar tidak lagi terjadi kemacetan yang panjang.

Senada Dedi (26) warga Mandi Angin menuturkan sangat senang dengan adanya pembangunan peningkatan jalan mengingat jalan tersebut sangat mudah terendam banjir.

Akan tetapi ada baiknya selama pengerjaan jalan ini jangan sampai membuat kondisi jalan berlumpur dan menyusahkan orang banyak.

“Ini kan akses jalan satu satunya sehingga banyak kendaraan yang melintas, dengan kondisi jalan yang berlumpur dan juga kerap terjadi kemacetan yang panjang. Ini kan menyusahkan orang banyak dan membuat pengendara geram,”katanya.

Sementara itu, Rahmad Hidayat selaku pihak rekanan mengatakan pihaknya melakukan pengerjaan peningkatan jalan Desa Mandi Angin-Aringin setengah badan jalan dikarena tanah timbunan itu turun diakibatkan oleh hujan. Sehingga membuat jalan tersebut berlumpur.

“Pengerjaan yang kita lakukan setengah badan jalan, dikarena sekarang musim hujan. Sehingga tanah timbunan itu turun mengakibatkan jalan berlumpur,”ujarnya. Ia mengaku bahwa sekarang belum ada pekerja pengatur jalan dan nanti akan ada pekerja pengatur jalan, sehingga tidak lagi terjadi kemacetan.”Sekarang memang belum ada dan akan kita tempatkan pekerja untuk pengatur jalan,”katanya. (Fei)