Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Mesha Kordila

oleh
oleh

MURATARA- Polisi terus usut jejak pelaku pembunuhan wanita muda yang dibuang ke saluran air di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Sementara korban Mesha Kordila (31), dinyatakan sebagai korban perampokan. Namun masih banyak kejanggalan.
Jasad Mesha Kordila ditemukan Minggu (7/11). Warga Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya dikenal masyarakat selaku penjual prabot rumah tangga dan online shop.
Beragam kejanggalan ditemukan dalam kasus ini, seperti sepeda motor milik korban yang raib, namun perhiasan, cincin dan kalung emas yang di gunakan korban masih melekat di tubuh. Pelaku juga membawa lari handphone milik korban, karena saat terakhir keluar rumah, selain membawa motor korban juga membawa handpone.
Almarhum diketahui mempunyai dua anak perempuan dari pernikahan pertama dan dia sudah menikah lagi dengan suaminya yang kedua. Namun pernikahannya itu kembali dirundung permasalahan dan saat ini masih dalam proses cerai.
Nampaknya semasa hidup, korban terlibat sejumlah masalah pribadi khususnya di internal keluarga. Kondisi itu nampak jelas tergambar dalam unggahan status terakhir kali di medsos. Dimana Mesha menulis “Jika bersama ku tak kau temukan bahagia, maka pergilah yang jauh dan jangan pernah kembali padaku, jangan pernah”.
Kerabat dekat korban hingga saat ini belum mau berbicara banyak seputar kematian korban yang janggal itu. Hanya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap cepat kasus pembunuhan Mesha.
Akun media sosial milik korban terpantau ramai dibanjiri ucapan duka dari sejumlah rekannya. Seerti yang di tuliskan akun Manda Resty “Kamu orang yg baik dan sangat priang Mesha Kordilla kini telah pergi selamanya.”
“Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan surga menantimu,amiin,” tulisnya di laman medsos korban.

Sementara itu, Tim beruang Polres Muratara masih memburu pelaku. Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto, melalui Kasat Reskrim AKP Tony Syahputra di dampingi Humas Polres Muatara AKP Nedi mengatakan pihaknya tidak mau gegabah dalam menangani kasus ini.
“Kami masih melakukan pendalaman dari berbagai informasi, untuk kesimpulan sementara itu korban perampokan karena motor dan hanphone korban hilang,” kata Eko.
Polisi juga mengungkapkan, masih menunggu hasil visum lanjutan, karena dari hasil visum sebelumnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Hasilnya belum dilaporkan pihak medis, tadinya tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Tapi kami minta dilakukan pemeriksaan lebih detail dan masih menunggu laporan dari pihak medis,” tegasnya.
AKP Nedi meminta seluruh pihak yang berharap kasus ini segera terungkap agar tetap bersabar. Dan meminta memberikan waktu terhadap kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini.
“Intinya masih kami lidik, kami juga berharap cepat terungkap. Terkait ada atau tidaknya keterlibatan orang dekat korban, masih kami dalami,” tutupnya. (fei)