Cakades Sukarami Jaya Menang Gugatan PTUN, Pemkab Mura Banding

oleh
oleh

MUSIRAWAS-Calon Kades Sukarami Jaya Kecamatan Sumberharta Kabupaten Musi Rawas, Sumarlin menang dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang. Sumarlin yang kalah dalam Pilkades Sukarami, gugatannya diterima oleh PTUN dalam sidang putusan Senin (1/11/2021).

Adapun isi putusan sidang dengan nomor perkara 55/G/2021/PTUN.PLG tertanggal 15 Juli 2021, seperti dikutip dari situs PTUN Palembang, isinya sebagai berikut:

DALAM EKSEPSI:
Menyatakan eksepsi Tergugat tidak diterima untuk seluruhnya;

DALAM POKOK SENGKETA
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan batal Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor : 494/KPTS/DPMD/2021, Tanggal 16 Juni 2021 Tentang Pemberhentian Penjabat Kepala Desa dan Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa dalam Kabupaten Musi Rawas. Lampiran II Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor: 494/KPTS/DPMD/2021, Tanggal 16 Juni 2021, Khusus No Urut 98 atas Nama Juwita Jabatan Kepala Desa Sukarami Jaya Kecamatan Sumber Harta;
3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor : 494/KPTS/DPMD/2021, Tanggal 16 Juni 2021 Tentang Pemberhentian Penjabat Kepala Desa dan Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa dalam Kabupaten Musi Rawas. Lampiran II Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor: 494/KPTS/DPMD/2021, Tanggal 16 Juni 2021, Khusus No Urut 98 atas Nama Juwita Jabatan Kepala Desa Sukarami Jaya Kecamatan Sumber Harta;
4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp332.000,- (tiga ratus tiga puluh dua ribu rupiah).

Sementara, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN Palembang yang mengabulkan gugatan Calon Kades Sukarami, Sumarlin, Pemkab Musi Rawas memastikan banding. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Mura, Ahmadi Zulkarnain.

“Kalau menang PUTN tingkat pertama, maka kami akan banding, di tingkat kedua,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021) malam. Menurutnya, jika kalah banding di tingkat kedua akan melakukan kasasi. “Jika kalah di Kasasi masih ada upaya Peninjauan Kembali (PK),” jawabnya.

Menurutnya, Calon Kades Desa Sukarami mengajukan gugatan ke PTUN karena mempersoalkan jumlah kotak suara, yang menurut calon kades tersebut tidak ada dalam kesepakatan.
“Calon kades tersebut mengaku sudah menyangga saat dilakukan Pilkades namun tidak digubris oleh panitia,” tambahnya.

Ahmadi Zulkarnain mengaku tidak tahu ada persoalan karena tidak ada laporan dari panitia pelaksana Pilkades. Maka dari itu proses hasil Pilkades tetap dilanjutkan berdasarkan laporan dari panitia Pilkades.

“Kami tidak tahu. Laporan dari bawah mulus-mulus saja tidak ada masalah makanya tidak kita bahas,” akunya.

“Seharusnya kalau ada persoalan, jika tidak selesai di tingkat desa melapor ke Pemerintah Kecamatan.  Jika di tingkat kecamatan juga tidak selesai maka laporkan ke tingkat kabupaten. Intinya kita siap banding,” tegasnya.(linggaupos)