Tobat, Preman Bisa Berangkat Umroh

oleh
oleh

MURATARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara memberikan kesempatan para preman di wilayah Kabupaten Muratara untuk bisa berangkat umroh gratis jika bertobat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Muratara, H Innayatullah, Kamis (28/10) sekitar pukul 10.00 WIB saat meresmikan Pos Pelayanan Perwakilan Kantor Imigrasi Muratara.
Wabup juga mengungkapkan, Pemkab Muratara sendiri setiap tahunnya memiliki program umroh gratis bagi warga Muratara. “Awalnya mengajukan 100 orang per tahun, karena anggaran tidak cukup, dipangkas jadi 50 orang. Tapi masih tidak cukup dipangkas lagi menjadi 25, terakhir menjadi 15 orang per tahun,” kata Wabup.
Ditambahkan Wabup, program umroh gratis dikhususkan bagi warga yang dianggap prioritas, seperti pengurus masjid, guru ngaji, tokoh masyarakat, ulama dan pereman tobat.
“Untuk program preman tobat ini ceritanya, banyak saudara kita di Muratara yang dikatakan preman, tapi sudah insyaf. Mereka perlu perhatian juga, sehingga mereka bisa kembali berkontribusi kemasyarakat,” beber Wabup.
Wabuo kembali mengungkapkan, jika ada preman yang tobat dan mendapatkan program umroh gratis dari pemerintah daerah, otomatis akan menjadi leader bagi masyarakat, agar tidak melakukan konteks diluar hukum atau kriminalitas.
“Kalau mereka pulang umroh, mereka tidak minder lagi masuk masjid atau pengajian dan bisa sosialisasi, preman saja umroh apa lagi pengurus masjid,” timpalnya.

Terlepas dari itu sambung Wabup, dengan hadirnya Pelayanan Perwakilan Kantor Imigrasi di Kabupaten Muratara, baik atas nama Pemkab Muratara maupun masyarakat, menyambut baik, sehingga dapat mempermudah warga yang hendak mengurus proses adminitasi ke luar negeri seperti paspor dan visa.
“Jadi warga tidak perlu jauh-jauh mengurus paspor umroh atau haji,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumsel, Herdaus didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II non TPI Muara Enim, Made Hepi mengatakan, program inovasi 3 in 1 Imigrasi manjakan masyarakat ‘Si mamat’ di wilayah Muratara. Hakekatnya program ini untuk melayani masyarakat secara luas di Muratara. (fei/jul)