Pol PP Amankan 5 Pemabuk dan 20 Liter Tuak

oleh
oleh

MUSI RAWAS-Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Musi Rawas (Mura) dibawah Komando Dien Candra berhasil mengamankan sekitar lima orang yang diduga sedang mabuk-mabukan atau minum di salah satu warung yang diduga menjual minuman keras (miras) jenis tuak beserta dua orang pemilik warung. Selain itu, dalam operasi kegiatan penertiban penyakit masyarakat yang dilaksanakan Sabtu (23/11) malam pukul 21.00 WIB itu Sat Pol PP juga mengamankan 20 liter tuak.

Tujuh orang yang dianggap pelanggar Perda dan barang bukti tuak itu selanjutnya dibawa ke Kantor Satuan Pol PP Mura di Muara Beliti. Kasat Pol PP Mura, Dien Candra menyampaikan pelanggar dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan.
“Dari operasi yang kta jalankan mulai pukul 21.00.WIB hingga 23.00 WIB tim kita mengamankan dua orang pemilik warung tuak dan lima orang pengunjung warung tuak,” ungkap Dien.

Selain itu diamankan juga cairan minuman Tuak lebih kurang 20 liter beserta cangkir dan ceret.
“Dari tujuh orang pelanggar ada lima orang tidak memiliki kartu indentitas, lalu kemudian di bawa atau diamankan ke kantor Satpol PP Mura guna dimintai keterangan. Mereka juga kita minta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut lagi,” paparnya.

Ditambahkan mantan Kadispora Mura itu, seluruh warga yang diamankan satupun belum ada yang melaksanakan vaksin covid-19. Makanya disosialisasikan kepada mereka untuk mengikuti program vaksinasi.
“Sementara kepada pemilik warung tuak diberikan peringatan untuk tidak membuka warung tuak. Sebab kegiatan itu melanggar pasal 11 ayat 1 Perda No 12 tahun 2016 tentang pencegahan dan pemberantasan maksiat di Kabupaten Musi Rawas,” kata Dien.

Mengenai kegiatan penertiban penyakit masyarakat pada Sabtu (23/11) malam mensasar warung tuak milik warna inisial Kt di Desa Sadar Karya Kecamatan Purwodadi.
“Tepatnya sasaran kegiatan adalah semua pelanggar Perda No 12 tahun 2016 tentang pencegahan dan pemberantasan maksiat di Kabupaten Mura,” ungkapnya.

Dien juga memastikan operasi penertiban akan terus dilakukan timnya di lokasi lain yang diduga melanggar Perda No 12.
“Operasi akan terus kita lakukan, sebab kita sudah mendapatkan informasi lokasinya. Tinggal menunggu waktu saja, ” pungkasnya.
(pnc)