Giliran Direktur Bisnis Linggau BISA Penuhi Klarifikasi Kejari

oleh
oleh

LUBUKLINGGAU – Setelah hampir tiga jam, Direktur Bisnis PT Linggau Bisa keluar dari ruangan Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Kamis (14/10/09).

Kehadiran Direktur Bisnis, Suwardi Asim guna memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan KKN dalam pengelolaan keuangan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Linggau Bisa tahun anggaran 2019 senilai Rp. 5,8 miliar lebih.

‘Saya diminta memberikan keterangan sesuai dengan surat kejaksaan, bahwa ada indikasi KKN dalam penyertaan modal dari Pemkot Lubuklinggau kepada PT Linggau Bisa tahun anggaran 2019, tahun 2020,”Kata Suwardi Asim usai memberikan keterangan sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.50 WIB.

Ia menjelaskan, kalau dirinya bergabung dan menjadi Direktur Bisnis PT Linggau Bisa hanya sepuluh bulan, terhitung Oktober 2018 hingga Agustus 2019.

“Jadi selamo aku begabung dengan PT Linggau Bisa mulai aktif 12 Oktober 2018 sampai 30 Oktober 2019, tidak ada penyertaan modal Pemkot Lubuklinggau ke PT Linggau Bisa,”terang dia.

Tapi lanjut Suwardi Asim, Seingat dirinya ada uang masuk PT. Linggau Bisa sebesar Rp. 300 juta yang diterima Mei 2019. Yang merupakan usulan PT Linggau Bisa ke Pemkot Lubuklinggau sebesar Rp.1,5 Miliar.

“Cuman sampai 30 Agustus 2019 Peraturan Daerah (Perda) belum juga keluar, Jadi otomatis Rp. 1,5 Miliar belum bisa keluar, cuman dak tau Rp.300 juta yang masuk ke PT. Linggau Bisa apakah pinjaman atau apa aku dak tahu, karena kalau minjam ado surat permohonan, aku dak meraso minjam, ,” Sebut dia.

Lebih lanjut Suwardi Asim menambahkan, Dalam pengajuan penyertaan modal Rp. 1,5 Miliar dilampirkan rincian penggunaannya, termasuk gaji para pengelola atau karyawan tetap PT Linggau Bisa dan karyawan Buruh Harian Lepas (BHL).

“Mirisnya, Gaji aku pribadi sejak Oktober 2018 sampai Agustus 2019 belum lunas, karena gaji kami itu ado uang pokok, ado uang makan, Ado bantuan transpor, ado bantuan BBM, yang dibayar oleh PT Linggau Bisa paling duit makan, gaji pokok belum,”keluh dia karena jugo menjadi korban.

Bahkan, lanjut dia korban tunggakan gaji bukan dirinya saja, melainkan ada 15 karyawan tetap lainnya.

Sebelumnya karyawan tetap PT Linggau Bisa,, TH dan JI yang hadir mendampingi Direktur Bisnis, menyampaikan keluhannya terkait gaji mereka yang belum dibayarkan.

Sementara itu, Kepala Kejari Lubuklinggau, Willi Chaidir melalui Kasi Intel, Aantomo mengatakan selain Direktur Bisnis, hari ini juga Kejari mengundang Komisaris Utama PT Linggau Bisa, Namun yang bersangkutan tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota.

“Hari ini juga sebenarnya Komisaris Utama diundang untuk menyampaikan klarifikasi, Namun tidak bisa datang karena sedang dinas diluar kota,” Sebut Kasi Intel.

Saat dikonfirmasi para awak media, melalui telpon seluler, Komisaris Utama dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau H A Rahman Sani membenarkan kalau dirinya diundang Kejari, Namun tidak bisa hadir lantaran sedang bertugas di luar kota Lubuklinggau.

“Yo, aku sudah lapor dengan Kajari, aku di Palembang jadi minta jadwal ulang, Besok (hari ini,red) baru balik, yang pasti aku siap hadir,” Kata A Rahman Sani.(Dod)