Kejar Predikat Kotan, BNN Mura Harapkan Peran Media

oleh
oleh

LUBUKLINGGAU – Guna mendapatkan predikat Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN), tidak bisa dilakukan hanya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musi Rawas (Mura) sendiri.

Melainkan peran serta berbagai pihak, baik masyarakat, lembaga, media maupun terkhusus pemerintah daerah sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNN Kabupaten Mura, Hendra Amoer saat membuka sekaligus menjadi narasumber workshop bersama insan pers di We Hotel Lubuklinggau, Rabu, (06/10/2021).

Menurut Hendra Amoer, ada beberapa predikat KOTAN, yakni Tidak Tanggap, Cukup Kurang Tanggap, Tanggap dan Sangat Tanggap.

“Mudah-mudahan dari 60 Kotan yang untuk tahun 2021 Kabupaten Mura salah satunya,” Kata Hendra Amoer.

Dalam upaya mendapatkan predikat tersebut tentu perlu dukungan semua pihak, masyarakat, lembaga-lembaga, insan pers terutama pemerintah daerah dalam hal ini kebijakan, seperti Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) tentang fasilitasi pengguna narkoba ketempat rehabilitasi. Maupun tentang larangan pesta malam.

Mengapa demikian, lanjut Hendra Amoer dalam hal penanganan korban pengguna narkoba untuk melakukan rehabilitasi tidak bisa dilakukan oleh BNN mengingat
BNN tidak memiliki anggaran untuk mengantarkan korban pengguna narkoba ke tempat rehabilitasi.

Maka dari itu, pihaknya bekerjasama dengan beberapa desa, yakni ada tiga desa sebagai pilot project Desa Bersinar atau Desa Bersih Dari Narkoba.

“Saat ini baru ada tiga desa yang sudah peduli dengan para korban pengguna narkoba dengan menganggarkan di APBDes nya guna pengantaran korban ketempat rehabilitasi, Ketiga desa tersebut yakni, Desa Pulau Panggung, Desa Surodadi, Desa Ciptodadi,”Kata Hendra Amoer.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, pihak juga melakukan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat peduli terhadap para korban pengguna narkoba.

“Tugas BNN melakukan pencegahan, salah satu dengan pemberdayaan masyarakat, melakukan rehabilitasi bagi korban karena pengguna narkoba tidak harus di tangkap dan penindakan atau penangkapan bagi para pengedar atau bandar narkoba,”beber dia.

Untuk itulah, dirinya berharap kepada para media untuk memberikan pembelajaran, pemahaman masyarakat bahwa penggunaan narkoba tidak harus di penjara, melainkan di rehabilitasi dengan tujuan penyalahguna bisa pulih sehingga produktif sosial.”Dengan demikian korban pengguna narkoba tidak membeli narkoba kembali,” Imbuhnya.(dod)