Pedagang Sampaikan Keluhan, Eh Malah Ditantang Lapor Ke Walikota

oleh
oleh

LUBUKLINGGAU – Malang kondisi yang dialami salah satu warga RT. 01 Kelurahan Taba Pingin seberang Kecamatan Lubuklinggau Selatan II bukannya mendapatkan solusi malah, dapatkan tantangan.

Eka Puspita Sari (42) warga setempat yang kesehariannya berdagang sarapan pagi seperti nasi uduk, dan gorengan ini keluhkan pembangunan jembatan.

Dirinya merasa dirugikan dengan pembangunan jembatan tersebut, lantaran penghasilannya turun drastis bahkan tidak ada pembeli sama sekali. Padahal sebelum dibangun jembatan tersebut pemasukan Eka Puspita Sari ratusan ribu.

Saat di wawancarai, Senin (13/09/2021) Eka Puspita Sari menjelaskan bahwa sejak dilakukan penutupan jalan guna pengerjaan pembangunan jembatan, penghasilannya turun drastis bahkan merugi, lantaran tidak ada pembeli.

Dirinya mengatakan atas permasalahan tersebut, dirinya mendatangi langsung ke lokasi tempat pembangunan jembatan, untuk menyampaikan keluhannya, Tapi alhasil, bukan solusi yang didapatkan malahan tantangan.

“Kemaren sudah kesano, melaporkan keluhan. Tapi salah satu pekerja diduga pengawas disano ngomong lapor be ke PU atau lapor Walikota, Ado jugo petugas logistik yang ngomong kalau dak biso apo-apo, bosnyo susah di hubungi,” Beber Eka.

Atas sikap tersebut, Eka berencana malaporkan ke Lurah Taba Pingin, guna mendapatkan keadilan sebagai masyarakat yang terdampak atas pembangunan jembatan tersebut..

“Saro sekarang kami dek, Biasonyo sehari pacak dapat duit ratusan ribu, bahkan kalau lagi rame sampai Rp. 250 ribu, sekarang nyari Rp.20 ribu be saro nian, bahkan dak laku samo sekali, karena kate yang beli, yang biasonyo warga yang melintasi tempat jualan ayuk,” Keluh Eka Puspita Sari.

Menurut dia, para pelanggan yang membeli selain masyarakat setempat, para pelintas baik dari arah Megang maupun dari arah simpang Periuk.” Tapi sekarang cul gih, wong lewat dari SMA 4 atau jalan baru arah GOR Petanang, lemak Pulo sebentar ini limo bulan, Nak makan apo lagi kami ni,” Sebut dia.

Dirinya menambahkan, Bukan dirinya saja yang merugi, Tapi ada juga Anis dan Ruben, yang juga pedagang toko manisan dan makanan.

“Kami berharap pihak pelaksana proyek membuat jembatan sementara mengingat para pembeli yang menjadi langganan selalu melewati tempat jualannya,”pinta Eka.

Sementara itu pihaknya pelaksana pembangunan jembatan Siring agung yang bernilai Rp. 4.994.000.000.- dalam hal ini CV. Terkas Daya Mandiri dalam hal ini pihak Humas tidak bisa memberikan tanggapan karena tidak berada ditempat. Hanya ada petugas pengawas, Agus.

Agus menegaskan untuk permasalahan tersebut langsung ke Humas.”Aku kurang tahu, Ke Humasnya saja, Burlian. Aku mandor ngawasi yang kerjo,” jawab dia.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Lubuklinggau, Fahmi Harseta mengatakan keluhan warga tersebut mereka tampung, dan dalam waktu dekat akan menemui warga disana.

“Kito akan tampung dan rencana dalam waktu dekat kito akan menemui mereka, Pembangunan jembatan ini kan untuk merek jugo dibangun, apabila jembatan itu lebih bagus dan baik makan semakin ramai orang lewat, otomatis warung /toko mereka akan rami ke depannya,” terang dia melalui WhatsApp.(Dod)